TribunJatim/

300 Rumah di Pulau Giliyang Sumenep Madura Mulai Nikmati Listrik PLN

Masih terbatasnya nyala PLN di Pulau Giliyang, juga karena masih sedikitnya pelanggan PLN. Karena masih 300 pelanggan.

300 Rumah di Pulau Giliyang Sumenep Madura Mulai Nikmati Listrik PLN
blh-sumenep.info
Pulau Giliyang, Sumenep Madura 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Sedikitnya 300 rumah tangga di Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Sumenep, Madura, sudah bisa menikmati aliran listrik PLN.

Walaupun warga untuk sementara hanya bisa menikmati listrik hanya 12 jam, namun dipastikan langkah berikutnya bisa menikmati listrik nyala 24 jam.

“Walaupun masih nyala 12 jam, tetapi ini sudah sangat kami syukuri, karena sebelumnya di pulau ini tak ada aliran listrik PLN,” ujar Sahedi (28), Warga Desa Bancamara, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Selasa (14/11/2017).

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, upaya pemkab Sumenep untuk membantu aliran litrik PLN di Pulau Giliyang sudah lama direncanakan, apalagi di Pulau yang dikenal sebagai pulau dengan oksigen tertinggi kedua di dunia setapah Yordania, saat ini elah menjadi jujukan wisata para wisatawan lokal maupun mancanegara.

“ Ini masih langkah awal, selanjutnya akan terus ditingkatkan. Kalau saat ini listrik PLN hanya nyala 12 jam, selanjutnya akan diupayakan listrik PLN nyala 24 jam,” kata Wabup Fauzi.

Masih terbatasnya nyala PLN di Pulau Giliyang, juga karena masih sedikitnya pelanggan PLN. Karena masih 300 pelanggan.

“Jika pelanggan sudah bertambah dan jaringan PLN sudah lengkap sampai ke pelosok-pelosok desa, makan Insyaallah listrik di pulau Giliyang yang terdapat di dua desa itu akan terwujud 24 jam,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep asal Pulau Giliyang, H Masdawi mengatakan keberadaan PLN di pulau kaya oksigen itu takkan menpengaruhi udara pulau Giliyang.

Baca: Satpol PP Tulungagung Banjir Kecaman, Membuang Orang Gila ke Tengah Hutan

Hal itu karena lokasi penempatan posisi gardu listrik yang berada di posisi paling barat pulau Giliyang. Sedangkan lokasi spot oksigen berada di kepulauan bagian timur dan sangat jauh dari lokasi PLTD atau gardu PLN.

“Tidak akan mengganggu udara oksigen di pulau Giliyang, karena lokasi PLTD di barat sedangkan lokasi spot oksigen di sisi timur pulau,” kata Masdawi.

Sedangkan Investitasi pembangunan PLTD di Pulau Giliyang mencapai Rp 12,59 Milyar. Dana itu dibagi Rp 7,16 Milyar untuk pembangunan jaringan dan Rp 5,79 untuk peralatan pendukung lainnya termasuk tiga mesin Genset PLTD. (Surya/Mohammad Rifai)

Penulis: Moh Rivai
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help