Jenazah Supoidi Ditemukan, Keluarga di Tarik Sidoarjo Gelar Tahlilan
Hal ini diungkapkan Kapolsek Tarik, AKP Sugiarto, saat menyerahkan jenazah Supoidi setelah Rabu (30/12/2017) pagi ditemukan.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,SIDOARJO - Pihak keluarga korban kecelakaan Kijang LGX yang tercebur Sungai Brantas, Rolak Songo, Mojokerto ternyata telah menggelar tahlilan untuk korban Supoidi.
Hal ini diungkapkan Kapolsek Tarik, AKP Sugiarto, saat menyerahkan jenazah Supoidi setelah Rabu (30/12/2017) pagi ditemukan.
Sugiarto mengatakan keluarga Abdul Kholiq telah menggelar tahlilan sejak peristiwa awal terjadi, yaitu pada Senin (18/12/2017).
"Kejadian awal korban belum ditemukan. Namun pihak keluarga meyakini korban sudah tiada, sehingga sudah menggelar tahlilan," kata Sugiarto.
Setelah tiga hari hilang, Supoidi akhirnya ditemukan oleh nelayan Suwarno warga Desa Mliriprowo, Tarik. Suwarno sedang menyisir Sungai Brantas di daerah Desa Leminggir, Mojokerto.
Sekitar pukul 07.00 WIB, Suwarno melihat jasad seseorang yang mengambang. Setelah melapor ke polisi, akhirnya diidentifikasi bahwa jenazah tersebut benar adalah Supoidi.
"Keluarga juga sudah menyatakan benar," sambungnya.
Saat ditemukan, kondisi Supoidi sudah bengkak dan kulit mengelupas. Mulut korban pun mengeluarkan darah.
Korban langsung dievakuasi ke RS Anwar Medika Balongbendo untuk divisum.
Usai visum, pihak keluarga langsung mengambil jenazah Supoidi dan langsung dimakamkan di TPU Desa Gampingrowo, Tarik.
"Keluarga ikhlas atas peristiwa ini," ungkapnya.
BREAKING NEWS: Satu Penumpang Mobil yang Tercebur di Sungai Brantas Berhasil Ditemukan
Meski korvan telah ditenukan, pihaknya belum bisa mengangkat bangkai Kijang LGX yang masih tenggelam di Sungai Brantas.
Selain butuh alat berat memadai, evakuasi bangkai mobil ini juga terkendala kondisi Sungai Brantas yang sedang tinggi dan deras aliran airnya.
"Kami harus koordinasikan dulu dengan instansi terkait," ujarnya. (Surya/Irwan Syairwan)