Septic Tank Maut

Polisi Tak Bisa Visum dan Otopsi Tiga Korban Septic Tank Maut, Penyebabnya Tak Terduga

Upaya polisi mengungkap kasus tewasnya tiga warga saat menggali lubang untuk septic tank berakhir buntu, karena hal tak terduga.

Polisi Tak Bisa Visum dan Otopsi Tiga Korban Septic Tank Maut, Penyebabnya Tak Terduga
SURYA/GALIH LINTARTIKA
Tempat galian septic tank maut di Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang menyebabkan tiga orang sekeluarga tewas, Rabu (27/12/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Tinton Yudha Riambodo mengatakan, pihaknya tidak bisa memproses perkara ini.

Kata dia, pihaknya tidak mendapatkan laporan dari keluarga korban.

"Keluarga korban sudah menerima kejadian ini dan dianggap sebagai kecelakaan biasa," katanya saat dihubungi Surya, Rabu (27/12/2017).

Mantan Kasatreskrim Polres Lumajang ini mengatakan, pihak keluarga juga menolak visum dan otopsi jenazah tiga korban yang masuk dan tenggelam di galian septic tank Dusun Jurangpelen, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu.

"Menolak divisum dan diotopsi. Katanya, biarkan saja, itu sebuah musibah dan keluarganya bisa menerima," paparnya.

Kesal Lihat Nyawa Anak dan Cucunya Jadi Tontotan Warga, Kakek ini Lalu Bertindak Nekat nan Heroik

Sementara itu, muncul versi lain terkait dengan jatuhnya tiga korban ke dalam galian septic tank sedalam 4,5 meter itu. 

"Jadi, awalnya Junaedi ini katanya mencium bau menyengat. Informasinya sih bau gas, dan itu membuatnya jatuh ke dalam galian," kata Abah Sholeh, salah satu warga.

Cerita itu, didapatkannya setelah mendengar cerita anaknya Junaedi.

Kata dia, Junaedi sempat cerita sebelum yang bersangkutan memutuskan untuk masuk ke dalam galian menolong bapaknya.

"Dia (Junaedi) tanpa perhitungan. Dia turun karena tidak tega melihat bapaknya. Belum sampai dasar, dia sudah jatuh. kayaknya kena bau gas. Itu juga dialami Mujiono yang terakhir kali menolongnya," ungkapnya.

Sembilan Hari Diculik, Cewek Manis Pelajar SMA ini Akhirnya Dilepaskan, Astaga Saat Ditemukan . . .

Kendati demikian, Sholeh tidak bisa menjelaskan detail bau gas itu. Kata dia, di desa ini, memang ada gasnya. Tapi, ia tidak mengetahui jenis gasnya apa.

"Salah menggali bisa memicu munculnya bau gas yang beracun. Dulu di desa tetangga juga sempat ada yang ngebor sumur, eh muncul bau gas dan langsung meninggal dunia," tambahnya. (Surya/Galih Lintartika)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved