Seorang Ibu di Jombang Tega Ajak Bunuh Diri Tiga Anaknya dengan Minum Racun, Begini Kata Psikolog
Tiga jasad anak kecil ditemukan di kamar mandi beserta seorang wanita dengan kondisi kritis pada Senin (15/1/2018) malam.
Penulis: Triana Kusumaningrum | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Triana Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tiga jasad anak kecil ditemukan di kamar mandi beserta seorang wanita dengan kondisi kritis pada Senin (15/1/2018) malam.
Tiga bocah itu adalah Akbar berusia 7 tahun, Ani berusia 4 tahun, dan Vivi yang masih berusia 7 bulan.
Di kamar mandi yang sama juga ditemukan sang ibu, bernama Evi dalam kondisi kritis.
Dengan adanya hal tersebut menggegerkan warga Dusun Sambilanang, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang.
Evi dan ketiga anaknya ternyata minum racun serangga.
Pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga Surabaya, Margaretha Rehulina, menjelaskan dari sisi ilmu psikologi kepada TribunJatim.com, pada Selasa (16/1/2018).
Menurutnya berdasarkan kasus klinis seperti itu, biasanya mengalami depresi yang cukup berat.
"Kalau diliat dari gambaran kasusnya ibu ini adalah ibu muda ya, yang memiliki tiga orang anak, perlu dipahami berdasarkan kasus klinis memang orang yang melakukan bunuh diri itu biasanya mengalami depresi yang cukup berat," ujar Margaretha Rehulina ketika dihubungi TribunJatim.com, pada Selasa (16/1/2018).
Depresi yang cukup berat itu kemudian mempengaruhi pola berpikir tentang melihat masalah dan menyelesaikan masalah.
"Orang dengan gejala depresi berat biasanya berada dalam kondisi emosi sedih yang mendalam, mereka juga cenderung menarik diri," ujarnya.
Karena itu, mereka kesulitan untuk menyelesaikan persoalan atau meminta bantuan dari orang lain.
"Akibatnya mereka merasa terpuruk dalam kondisi tersebut dan berfikir seakan-akan satu-satunya jalan dengan mengakhiri hidup," tambah Margaretha.
Margaretha juga mengatakan mungkin hal ini juga terjadi pada kasus Evi tersebut dengan mengajak ketiga anaknya menenggak racun adalah cara terbaik tapi hal ini perlu digali lebih dalam lagi dalam kasus ini.
"Masalahnya orang dengan gejala depresif karena memang mereka sengan nuansa perasaannya sedih luar biasa mereka justru kesulitan mencari bantuan akibatnya semakin terpuruk kemungkinan besar anak-anaknya ditarik karena seakan-anak tidak ada cara lagi selain diakhiri saja hidupnya," ujar Margaretha.