Usai Bangun Tidur, Siswi Cantik ini Langsung Meninggal Dunia, Padahal . . .
Keluarga siswi cantik ini tidak menyangka, sesaat usai bangun dari tidur malah akhirnya kembali tidur selamanya.
Penulis: Sugiyono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Maharani Fajar Maufiroh (15), siswi Madrasah Aliah Negeri atau MAN 1 Gresik meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, Selasa (16/1/2018).
Dia meninggal, sesaat usai bangun tidur di rumahnya, di Dusun Kaliwot, Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Diduga, Rani meninggal akibat penyakit ayan atau epilepsi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut bermula ketika Maharani Fajar Maufiroh bangun tidur seitar pukul 04.30 WIB.
Gunakan Kantong Ajaib di Ketiak, 2 Janda Cantik Dengan Mudah Satroni Banyak Minimarket di Surabaya
Usai Kedatangan Tamu Misterius, Evi Tiba-tiba Masuk Kamar Mandi Ajak 3 Anaknya Minum Racun Serangga
Kepada ayahnya Muhamad Saiin (45) dan Ibunya Desi Silvia (37), korban mengaku kepalanya pusing dan tangan terasa gemetaran.
Melihat itu, orang tuanya lantas memanggil Manteri Kesehatan Desa untuk mengobati. Karena si Manteri tidak ada di rumah, Maharani lalu dibawa ke rumah sakit terdekat.
Namun, sesaat setelah tiba di rumah sakit, korban dipastikan sudah meninggal dunia.
Dari pengakuan orang tua korban ke Polsek Bungah, didapat informasi, bahwa selama ini Maharani memang mempunyai riwayat penyakit epilepsi, sehingga ketika di rumah sakit mulut korban terlihat terdapat busa.
Tinggal di Gunung Kelud dan Sering Ketemu Bung Karno, Mbah Arjo Jadi Manusia Tertua di Indonesia
"Jadi tidak ada dugaan keracunan. Kalau keracunan, pasti sekeluarga mengalami musibah yang sama," ujar Kanit Reskrim Polsek Bungah, Aiptu Suhardi.
Menurut Suhardi, keluarga korban juga mengaku bahwa adik Maharani juga sebelumnya meninggal dunia akibat penyakit epilepsi. .
Mendengar kabar duka tersebut, teman-teman almarhumah langsung berdatangan menyampaikan bela sungkawa bersama perwakilan guru. Korban merupakan siswa yang cukup aktif di organisasi sekolah.
"Dia (Maharani) aktif di OSIS dan drumband. Nilainya juga baik," kata Rosid Nur Afandi, teman sekelas korban.
Cinta Tak Direstui, Mahasiswi ini Nekat Buang Bayinya di Masjid
(Surya/Sugiyono)