Pilgub Jatim 2018
Rebut Suara di Wilayah Mataraman, Pasangan Khofifah-Emil Andalkan Tiga Figur Tokoh Kunci ini
kawasan Mataraman akan jadi konsentrasi utama tim khofifah-emil untuk dimenangkan suaranya, dengan mengandalkan peran tokoh ternama.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pertengahan bulan Februari nanti, gelaran Pilgub Jatim 2018 akan memasuki masa kampanye.
Berlangsung sejak 15 Februrari 2018, atau tiga hari sejak para pasangan kandidat ditetapkan sebagak calon, mereka bisa mulai melakukan kampanye secara terbuka.
Tim 9, relawan belatar belakang kiai yang selama ini mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak pun telah memetakan daerah potensial dalam meraih suara.
Juru bicara Tim 9, KH Asep Saifuddin Chalim pun menyebut beberapa kabupaten yang ditargetkan dapat menjadi lumbung suara bagi pasangan yang didukungnya tersebut.
"Artinya, daerah tersebut harus memperoleh minimal 60 persen suara," ujar Kiai Asep ketika ditemui di Surabaya, Selasa (23/1/2018).
Inilah 5 Fakta Perjalanan Hidup Megawati Soekarnoputri, Nomor 4 Penuh Tragedi
Tak Canggung, Puti Soekarno Kunjungi Gus Sholah, Kiai Utama Pendukung Khofifah
Pertimbangan ini didasarkan pada kuatnya jaringan kiai, santri, wali santri, hingga jemaah selama ini menjadi basis pemilih Khofifah-Emil.
Beberapa kota maupun kabupaten tersebut adalah Lamongan, Tuban, Gresik, Sidoarjo, hingga Banyuwangi.
Kemudian, ada pula Madura yang dalam hal ni diwakil oleh Sumenep.
"Untuk Sumenep, kami target ada di angka 80 persen," jelas Kiai Asep optimistis.
Di luar beberapa daerah tersebut, tim pemenangan masih melakukan pemetaan.
"Sedang dalam proses. Targetnya sama. Harus suara mayoritas," tegas Pengasuh pesantren Amanatul Ummah ini.
Ketika Tuah Para Jenderal Tak Lagi Sakti di Pilkada Jawa Timur
Belum Lima Tahun Kekayaan Naik Lebih 200 Persen, Mundjidah Jadi Bacabup Jombang Terkaya