Nekat Lewat Tol yang Belum Diresmikan, Guru Asal Ngawi Tewas

mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Dusun Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun

Nekat Lewat Tol yang Belum Diresmikan, Guru Asal Ngawi Tewas
(Humas Polres Kabupaten Madiun)
Beluk resmi dibuka untuk umum, Jalan Tol Ngawi Kertosono memakan satu korban meninggal dunia. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Mobil Kijang bernomor polisi AE 1447 JI mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Dusun Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kasatlantas Polres Madiun, AKP Evon Fitrianto ketika dikonfirmasi, menuturkan kecelakaan tunggal itu mengakibatkan seorang pengemudi meninggal dunia dan empat penumpang mengalami luka-luka.

Evon menuturkan, Kijang Inova putih yang dikemudikan Setiono (55) melaju dari arah Ngawi ke arah Madiun melalui jalur tol yang belum beroprsional. Setibanya di TKP, karena tidak memperhatikan kondisi jalan, mobil menabrak pembatas jalan.

"Kesalahan pengemudi sendiri, belum dibuka (beroperasional) sudah masuk tol. Dia buka sendiri palang (portal), lalu menabrak pembatas," kata Evon.

Baca: Wanita Asal Purwokerto ini Terpaksa Jadi PSK di Tretes, Ini Alasannya

Dia menuturkan, saat terjadi kecelakaan kondisi cuaca sedang cerah tidak hujan. Kondisi jalan juga baik dan tidak bergelombang atau berlubang.

"Pengemudi kurang berhati-hati. Jalan tol belum selesai ya jangan dipakai dulu," ungkapnya.

Akibat kecelakaan itu, pengemudi mobil Setiono, yang berprofesi sebagai guru meninggal dunia. Warga Desa Sambirobyong II, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi ini mengalami luka di kepala akibat benturan.

Sementara itu, keempat penumpang yang juga warga Desa Sambirobyong II, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi yakni Lilis Suparti (52), Tiara (29), Elisabet (34), dan Islamil (45) mengalami luka-luka.

Evon mengimbau kepada pengendara baik roda dua ataupun roda empat agar tidak menggunakan jalan tol, karena masih belum selesai. Sebab, dikhawatirkan terjadi kecelakaan karena belum adanya rambu-rambu, banyak jalan yang belum sepenuhnya selesai, masih banyak peralatan di dalam tol.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help