Ratusan Warga Ngawi Demo Ancam Tutup TOl, Buntut Penutupan Akses Jalan ke Tanah Pertanian

sekitar 50 petani Dusun Losari, Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantongan, Kabupaten Ngawi mendatangi kantor PT Solo Ngawi Jaya (SNJ),

Ratusan Warga Ngawi Demo Ancam Tutup TOl, Buntut Penutupan Akses Jalan ke Tanah Pertanian
Surya/Doni Prasetyo
Sekitar 50 orang Warga Dusun Losari, Desa Kedungharjo, Kencamatan Mantongan, Kabupaten Ngawi mendatangi kantor PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) menuntut akses jalan ke tanah pertaniannya yang ditutup PT Waskita, pelaksana proyek dikembalikan, ditemui Priyo perwakilan PT SNJ, Kamis (1/2/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Lantaran PT Waskita sebagai pelaksana proyek jalan tol dinilai ingkar janji tidak mengembalikan jalan ke tanah pertanian warga, sekitar 50 petani Dusun Losari, Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantongan, Kabupaten Ngawi mendatangi kantor PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), pengelola jalan tol setempat.

Tidak hanya itu, aksi warga itu sempat menutup jalan tol dengan balok kayu.

Aksi menuntut jalan warga menuju tanah pertanian yang ditutup PT Waskita sebagai pelaksana pembangunan jalan tol itu di pimpin Sarmidi (61), tokoh tani warga Dusun Losari RT013/RW003, Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi itu bertempat di jalan Tol STA 57 Dusun Losari setempat.

Bahkan, warga yang tergabung dalam aksi spontanitas itu sempat menutup jalan Tol STA 57, setempat dengan menggunakan portal/balok beton.

Namun aksi itu tidak berlangsung lama, setelah kedatangan anggota Polsek setempat bersama Priyo perwakilan PT SNJ ke lokasi itu.

Baca: Ada 31 Adegan, Saat Rekontruksi Pelecehan Seksual Pasien National Hospital

Dalam pertemuan dengan pihak PT SNJ disaksikan aparat keamanan setempat, Sa'iun (65) petani Dusun Kedung Panas RT017/RW003, Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Ngawi menyampaikan tuntutan menghendaki adanya akses jalan menuju lahan pertanian tetap ada, seperti sebelum ada jalan Tol.

"Sebelum jalan Tol digunakan dan difungsikan, jalan menuju lahan pertanian warga agar dikembalikan seperti semula sebelum ada Jalan Tol. Ini dikerenakan sebentar lagi musim panen dan jalan itu akses satu-satunya petani menuju tanah pertaniannya," kata Sa'iun kepada Priyo, staf PT SNJ yang dikawal anggota Polsek Mantingan.

Dikatakan Sa'iun, sebenarnya warga Losari hanya menuntut PT Waskita sebagai pelaksana proyek dan PT SNJ sebagai pengelola Jalan Tol menbuatkan Jalan Penyeberangan Orang (JPO), mengingat luas lahan pertanian yang menjadi hak milik dan menjadi sumber penghidupan petani petani setempat seluas 80 hektar lebih.

"Sebelum pembangunan jalan tol itu, akses jalan pertanian sudah ada sejak dahulu, underpass yang dibangun PT Waskita tidak aman dan pada saat musim penghujan, jalan underpass selalu tergenang air. Sepertinya tukang insinyurnya asal saja membangun jalan underpass itu," jelas Sa'iun.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help