Diperiksa Kejaksaan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Juta, Kepala Desa ini Langsung Linglung

Kasus dugaan korupsi dana ratusan juta di Magetan mulai memasuki babak baru dan terjadilah hal aneh.

Diperiksa Kejaksaan Kasus Dugaan Korupsi Ratusan Juta, Kepala Desa ini Langsung Linglung
SURYA/DONI PRASETYO
Kades Sempol, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan Ngadeni, seperti orang bingung alias linglung, begitu keluar dari ruang pemeriksaan Seksi Pidsus Kejari Magetan, Rabu (7/2/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Kasus dugaan korupsi dana Desa Sempol, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan senilai ratusan juta rupiah, yang dilaporkan warga setempat mulai memasuki babak penyidikan.

Sekdes Sempol Herna, mangkir dari panggilan Kejari Magetan. Sedang Kades Sempol Ngadeni, keluar dari ruang pemeriksaan Seksi Pidana Khusus seperti orang kebingungan alias linglung.

"Kita sebenarnya sudah panggil Sekdes, tapi tidak datang, kami akan terbitkan panggilan kedua, kalau tidak datang lagi, baru ketiga dan panggilan paksa," ujar Kasi Pidsus Kejari Magetan Andi Ermawan, usai pemeriksaan, Rabu (7/2/2018).

Gerilya Dengan Aktivis LSM, Jaksa Kejati Jatim Kena OTT Tim Saber Pungli

Menurut Andi Ermawan, surat perintah penyidikan (sprindik) terbit Selasa 30 Januari 2018 dan mulai penyidikan Senin (5/2/2018). Panggilan pertama untuk Sekdes dan bendahara Desa.

"Sekdes tidak datang tanpa pemberitahuan. Pemeriksaan kita lanjutkan ke Kades, nanti kembali lagi ke perangkat atau yang terkait dengan masalah penyaluran dana desa, kita selesaikan dulu pemeriksaan Kades, dan Sekdes," katanya.

Sejauh ini, penyidik belum bisa menyimpulkan, termasuk berapa kerugian negara akibat dugaan penyimpangan dana desa yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

"Ini masih baru mulai penyidikan, kami belum bisa menyebutkan ada tidaknya kerugian negara dalam kasus dugaan penyimpangan anggaran desa yang dilaporkan warga. Nanti kalau semua sudah tuntas, kita pasti sampaikan," ucap mantan Kasi Pidsus Kejari Batu ini.

Bupati Nyono Diduga Dapat Setoran Pungli Perizinan, KPK Obok-obok Kantor Badan Penanaman Modal

Kasus dugaan penyimpangan anggaran desa itu terungkap setelah warga setempat melaporkan kasus ini ke Kajari Magetan.

Tidak hanya itu warga Desa Sempol juga menembusi surat laporan itu ke Polisi, maupun Kejaksaan Agung.

Dalam kasus dugaan penyimpangan ini, warga hampir terjadi beda pendapat dengan tim Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Magetan saat melakukan pembinaan terkait administrasi desa.

Bakar Istri Hidup-hidup Gara-gara Cupang, Pria ini Kena Karma Selama Sembilan Tahun

Namun perbedaan itu segera reda setelah Kepala Dinas Pemdes Kabupaten Magetan, Iswahyudi Yulianto datang ke balai Desa Sempol membawa sejumlah personil yang bertugas membatu warga mengerjakan pembukuan anggaran desa itu menjelaskan maksud kedatangannya. (Surya/Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved