Tahun Baru Imlek
Begini Suasana Ibadah Imlek Klenteng Pao Sian Lin Kong Sumenep
Pada hari Kamis (15/2/2018) malam, pukul 23.35 WIB terdengar bunyi gong sebanyak 10 kali, menjadi tanda sembahyang ibadah malam Tahun Baru Imlek
Penulis: Khairul Amin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Pada hari Kamis (15/2/2018) malam, pukul 23.35 WIB terdengar bunyi gong sebanyak 10 kali, menjadi tanda sembahyang ibadah malam Tahun Baru Imlek di Klenteng Pao Sian Lin Kong dimulai.
Tampak beberapa jemaat berbaju serba merah membentuk barisan lurus rapi, tiga perempuan berada pada barisan depan dengan posisi sejajar.
Sementara satu laki-laki sibuk memberikan dupha panjang yang sudah tersulut dengan api pada setiap jemaat.
Seketika, area kelenteng dipenuhi bau dupha. Sembahyangpun dimulai.
Sembahyang pertama dilakukan di bagian luar kelenteng.
Pera jemaat menghadap ke arah luar kelenteng.
Baca: Asyik, Guru Madrasah Non PNS di Mojokerto Akan Terima Tunjangan
Menurut Seno (76), ketua Kelenteng Pao Sian Lin Kong, sembahyang menghadap ke luar untuk menghormati dewi air.
“Menghormati dewi air dengan maksut kita diberikan rahmat dalam kehidupan,” terang Seno.
Ibadah dilanjutkan pada bagian-bagian Kelenteng yang dilangsungkan secara hikmat.
Sembahyang selesai sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (16/2/2018) yang ditandai dengan pemberian angpao pada keluarga yang masih anak-anak.
Tidak seperti pelaksanaan sembahyang tahun baru sebelumnya, kelenteng yang terletak di Jalan Slamet Riadi No. 27, Sumenep tersebut dihadiri oleh sebagian kecil jemaat.
“Tahun ini jemaat yang ikut sembahyang tahun baru imlek sedikit, karena sebagian besar merayakan di luar kita,” terang Seno.
Menurut seno, jemaat yang merayakan di luar kota lebih dari separuh total jemaat.
“Ya karena memang keluarga mereka ada di luar kota, jadi sekalian main ke keluarga,” tutur Seno.