Akhirnya, Pelaku Skimming ATM di Kediri Berhasil Ditangkap, Saat Beraksi Berhasil Dapat Uang Segini

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan pelaku skimming kartu ATM berhasil ditangkap Satreskrim Polres Kediri.

Akhirnya, Pelaku Skimming ATM di Kediri Berhasil Ditangkap, Saat Beraksi Berhasil Dapat Uang Segini
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Nasabah Bank BRI kantor Unit Cabang Ngadiluwih, Kabupaten Kediri menyerbu mesin ATM, Senin (12/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan pelaku skimming kartu ATM berhasil ditangkap Satreskrim Polres Kediri.

Dia menjelaskan Satreskrim Polres Kediri telah mengamankan empat tersangka skimming Bank BRI di Kabupaten Kediri yang terjadi bulan Maret lalu.

Keempat tersangka itu bernama Mustofa (49), Sujianto (48), Supeno (43), dan Nur Mufid (35).

Selain itu, pihaknya juga menetapkan tiga tersangka lainnya yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Cegah dan Pencegahan Skimming ATM, Polda Jatim Usulkan ATM Terkoneksi ke Command Center )

Apa saja peranan tersangka yang diringkus maupun DPO dalam melakukan praktik skimming itu?

"Ada yang meretas, ada yang melakukan penarikan uang melalui ATM, ada yang bertugas mencari struk ATM khusus mesin merek Hyosung, dan ada yang menggandakan data," ujar Irjen Pol Machfud Arifin usai hadiri acara perbankan di Hotel Sheraton pada Rabu (11/4/2018) lalu.

Dari penangkapan ketiga orang polisi tahu jumlah uang yang didapat dari skimming ATM

"Totalnya sekitar Rp 500.000.000,00 dari seluruh kartu Pak," kata seorang tersangka ditirukan oleh Machfud.

Marak Skimming ATM, Polda Jatim Usulkan Ini pada Perbankan untuk Tingkatkan Pengamanan )

Oleh karena itu, dengan adanya kejadian tersebut, Machfud meminta pada pihak perbankan ekstra hati-hati.

Sehingga, hal tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi nasabah maupun perbankan agar tak terjadi hal serupa.

"Kasus skimming ini telah diselesaikan perbankan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan ketidakpercayaan dari masyarakat," tutupnya.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Edwin Fajerial
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved