Pilgub Jatim 2018

Dibilang Buruh Kayu Lapis Tidak Boleh Kalah Kali Ini, Khofifah Indar Parawansa Sampai Menangis

Melihat tetesan air mata mereka, saya luluh. Tanpa komunikasi verbal itu sudah penuh makna, mereka bersalam, mendoakan sembari nangis.

Dibilang Buruh Kayu Lapis Tidak Boleh Kalah Kali Ini, Khofifah Indar Parawansa Sampai Menangis
TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengangis begitu mendapat sambutan luar biasa dari para buruh pabrik kayu lapis di Gresik, Jumat (13/4/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi dan menyapa para buruh di pabrik olahan kayu lapis di PT Sumber Mas Indah Plywood, Gresik, Jumat (13/4/2018).

Saat menyapa 1.650 pekerja yang ada di industri tersebut, Khofifah menjadi sasaran serbuan para buruh yang hampir seluruhnya perempuan.

Mereka berebut untuk bersalaman, dan juga berfoto bersama Khofifah. Tak satu dua orang yang sembari bersalaman juga menyampaikan doa pada Khofifah.

(Pedagang Pasar Soponyono Minta Khofifah Bereskan Masalah Surat Ijo)

(Banyak Warga Tak Tahu Nomor Urut Cagub dan Cawagub Jatim, Khofifah Minta Panwaslu Tambah ATK Pemilu)

(Khofifah Minta Perusahaan Ikut Proteksi Industri SKT, Lindungi Karyawan Wanita)

Bahkan Khofifah sampai meneteskan air mata saat disalami ribuan orang wanita dan menyampaikan harapannya pada Khofifah sebagai calon pemimpin Jawa Timur ini.

"Ibu semoga ibu kali ini berhasil ya. Sukses bu, ibu tidak boleh kalah kali ini," kata Umi Maslahah, salah satu pekerja di PT Sumber Mas Indah Plywood.

Tidak hanya itu, sejumlah pekerja juga menyampaikan terima kasih pada Khofifah. Karena mereka termasuk program keluarga harapan.

"Bu Khofifah orang yang amanah. Saya merasakan, terima kasih Bu Khofifah, semoga sukses bu Khofifah," kata Khauliyah pekerja PT Sumber Mas Indah Plywood yang lain.

Apa yang menjadi doa para pekerja yang disampaikan ke Khofifah tersebut membuat ibu empat anak ini terharu dan luluh. Sembari menyalami pekerja tersebut ia juga jadi ikut menangis.

"Banyak orang yang juga nangis. Melihat tetesan air mata mereka menjadikan saya luluh. Tanpa komunikasi verbal itu sudah penuh makna, mereka bersalam, mendoakan sembari nangis itu membuat saya luluh," kata Khofifah.

Doa doa dari orang yang ada dalam garis rentan miskin atau miskin seperti itu dikatakan Khofifah menjadi doa yang luar biasa. Dan ia berharap doa dari mereka bisa diijabah atau dikabulkan oleh Allah.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Adi Sasono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help