Home »

Jatim

Terjerat Korupsi Jembatan Brawijaya, Tiga Pejabat Pemkot Kediri Divonis Berbeda Pengadilan Tipikor

Majelis hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis berbeda terhadap tiga pejabat terdakwa kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kediri.

Terjerat Korupsi Jembatan Brawijaya, Tiga Pejabat Pemkot Kediri Divonis Berbeda Pengadilan Tipikor
SURYA/M TAUFIK
Tiga terdakwa kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kediri saat mendengar hakim membaca vonis terhadap mereka dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (7/5/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan vonis berbeda terhadap tiga terdakwa kasus korupsi Jembatan Brawijaya Kediri.

Kasenan, Kepala Dinas PU Kota Kediri dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun 6 bulan dan denda 100 juta dengan subsider 3 bulan kurungan, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (7/5/2018).

Selain itu, majelis hakim yang diketuai oleh hakim I Wayan Sosiawan memerintahkan terdakwa mengembalikan uang Rp 396.500 juta.

"Jika tidak dibayar harus diganti dengan hukuman 1 tahun 6 bulan," kata Wayan membaca amar putusannya.

Hakim menilai terdakwa Kasenan terbukti melanggar pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi dan pasal 12 huruf b junto pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-Undang No 31 tahun 1999.

Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang pada sidang sebelumnya meminta hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 8 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, plus membayar kerugian negara senilai Rp 466 juta.

Dalam sidang yang sama, majelis juga menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Wijanto, Kabid Permukiman DPUPR. 

Dia divonis hakim dengan penjara 3 tahun dengan uang denda Rp 5 juta, subsider kurungan 2 bulan.

"Terdakwa Wijanto  terbukti melanggar pasal 3 undang-undang no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi," tegas Ketua Majelis Hakim. 

Berikutnya, majelis juga menjatuhkan vonis kepada terdakwa Nuriman Satrio Widodo, pejabat pembuat komitmen (PPK), yang dianggap secara sah terbukti menerima suap sebagaimana pasal 3 dan pasal 12 huruf b juncto pasal 18 undang-undang tindak pudana korupsi. 

Nuriman divonis pidana penjara 2 tahun 8 bulan dengan denda uang Rp 50 juta, subsider kurungan 2 bulan.

Selain itu, dia juga diharuskan mengembaikan uang sebesar Rp 25 juta sebagai uang pidana.

Vonis terhadap dua terdakwa ini juga lebih ringan, karena sebelumnya jaksa menuntut mereka dengan hukuman penjara selama 4 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Menanggapi vonis tersebut, tiga terdakwa kompak menjawab pikir-pikir. Mereka memanfaatkan waktu tujuh hari untuk memutuskan apakah menerima atau banding atas putusan ini.

Demikian halnya jaksa penuntut umum juga menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim tersebut. (Surya/Ufi)

Penulis: M Taufik
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help