Semarak Ramadan 2018

Ramadan Menjadi Berkah Bagi Perajin Rebana di Madiun

kata ayah tiga anak sebagai pengrajin rebana ini saat ditemui di rumahnya, Desa Ngetrep, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun

Ramadan Menjadi Berkah Bagi Perajin Rebana di Madiun
(Surya/Rahadian bagus)
Sutari sedang menggecat rebana dengan cat plitur 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Bulan Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi Sutari (54). Sebab, pada Bulan Ramadan usaha kerajinan rebana miliknya banjir pesanan.

"Kalau lagi musim rendeng ya agak surut (pesanan). Tapi kalau pas ada peringatan hari besar Islam muncul lagi," kata ayah tiga anak sebagai pengrajin rebana ini saat ditemui di rumahnya, Desa Ngetrep, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jumat (1/6/2018) siang.

Jika pada bulan biasa, ia hanya menjual satu atau dua set rebana, pada bulan Ramadan ia bisa menjual empat hingga lima rebana.

Sebagian besar pembeli rebana produksinya merupakan para santri pondok di wilayah karesidenan Madiun. Biasanya para santri membeli ketika waktu mudik lebaran, sebagai oleh-oleh.

Baca: Raffi Ahmad Dikabarkan Dipecat dari Pesbukers, Nagita Slavina Sindir Begini, Perhatikan Reaksi Raffi

"Biasanya santri dari Temboro, mereka beli untuk dibawa pulang ke rumah. Ada yang dari Sumatera dan Kalimantan," ujarnya.

Selain santri pondok, para pembeli rebananya adalah sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA di wilayah karesidenan madiun.

Sutari mengaku sudah 25 tahun menekuni usaha atau kerajinan rebana. Keahliannya membuat rebana merupakan warisan dari ayahnya yang juga seorang perajin rebana.

"Bapak saya yang mengajari. Dulu bapak juga bikin rebana, "kata Sutari.

Rebana buatannya menggunakan kayu mahoni dan kayu nongko. Sedangkan jenis kulit yang digunakan adalah kulit kambing.

Dalam seminggu kurang lebih ia dibantu dua karyawannya dapat membuat dua set rebana. Namun, cuaca juga mempengaruhi

Setiap set rebana hadroh terdiri dari delapan alat musik. Sedangkan satu set rebana hadroh Al Banjari terdiri dari sepuluh alat.

Baca: Mudik Lebaran 2018, Jasa Marga Berikan Diskon Tarif Tol 10 Persen, Catat Tanggalnya  

"Harga satu setnya, kisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 4,5 juta," katanya.

Selain membuat rebana, Sutari juga melayani servis beduk dan juga rebana.

"Kalau servis ganti kulit Rp 80 ribu hingga Rp 50 ribu," katanya.

Sutari menambahkan, meski produksi rebananya sudah puluhan tahun berjalan, namun belum pernah ada bantuan atau pembinaan dari pemerintah setempat. Padahal ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan tamban modal agar usahanya semakin berkembang. (rbp)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help