Jelang Lebaran, Petugas Gabungan di Jember Gelar Uji Kelayakan dan Tes Urine, Begini Hasilnya

petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Satnlantas Polres Jember, Satnarkoba dan UPT Terminal Tawang Alun Jember

Jelang Lebaran,  Petugas Gabungan di Jember Gelar Uji Kelayakan dan Tes Urine,  Begini Hasilnya
(surya/Erwin Wicaksono)
Wakapolres Kompol Bagus Ichwan Christian bersama Kepala UPT Terminal Tawang Alun Jember Samson Wahyu saat mengecek kelayakan bus di terminal Tawang Alun Jember, Senin (11/6/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Sebagai langkah preventif menekan angka kecelakaan, Senin (11/6/2018) atau 4 hari jelang Idul Fitri, petugas gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Satnlantas Polres Jember, Satnarkoba dan UPT Terminal Tawang Alun Jember gelar sidak keselamatan berlalu lintas.

Ditemukan ada tiga bus yang dinyatakan tidak layak jalan dan harus dikandangkan ke perusahaan.

“Ya sejak H-7 kami menemukan 3 bus angkutan mudik yang tidak layak jalan, yaitu bus jurusan Surabaya yang kewat Kencong Jalur Selatan, ketiganya kami berhentikan kemudian diserahkan kepada perusahaan,” terang Haryono.

Sidak kali ini selain melihat kelayakan angkutan mudik, petugas juga melakukan cek kesehatan dan test urine bagi awak nahkoda bus yang ada di terminal Tawangalun.

Baca: Waliono, Muadzin Bersuara Merdu di Terminal Bus Jember ini Ternyata Tuna Hasta, Lalu. . .

“Kegiatan pengecekan angkutan menjelang lebaran ini sudah menjadi agenda rutin, hal hal yang kami perioritaskan terhadap angkutan meliputi kelayakan, dan kelengkapan keselamatan selama berkendara mulai APK, Rem, alat pemecah kaca dan beberapa alat lainnya,” terang Wakapolres Kompol Bagus Ichwan Christian yang memimpin jalannya sidak di terminal Tawang Alun, Senin (11/6/2018).

Hasil tes urine para peserta dinyatakan baik dan ditemukan penggunaan obat terlarang.

Kasat Narkoba Polres Jember AKP Miftahul Huda mengatakan, sudah ada belasan pengemudi yang melaksanakan tes urin, kesemuanya menunjukkan hasil negatif.

“Masih terus bergulir kepada pengemudi yang lainya, saya harap tidak ada supir bus atau crew yang pakai narkoba,” katanya.

Miftahul Huda menganjurkan agar para sopir secara bergilir mengemudikan kendaraanya.

Baca: Dapat Remisi Khusus, 6 Napi di LP Klas IIB Blitar Langsung Bebas

“Agar konsen dan tidak lelah pengemudi kami himbau gantian, capek ya istirahat,” pungkasnya.

Kepala UPT Terminal Tawang Alun Jember Samson Wahyu mengatakan, jumlah kedatangan bus dan penumpang sejak h-7 mengalami kenaikan sebanyak 5 persen. Samson menyoroti penggunaan sabuk pengaman bagi para supir yang sering lupa menggunakan sabuk.

"Sudah mulai rame ya, penumpang dari senin sudah sekitar 3000 penumpang baik berangkat maupun yang datang ada peningkatan 5 persen, saya ingatkan berkali-kali tolong pakai sabuk pengaman bagi para supir sering lupa," tambahnya.

Tarif bus mengalami kenaikan h-4 jelang lebaran, contohnya Jember menuju Surabaya alami kenaikan dari Rp 60 ribu naik menjadi Rp 80 ribu.

"Ada kenaikan tapi masih wajar seperti Jember ke Surabaya naik jadi Rp 80 ribu dari sebelumnya yang Rp 60 ribu," pungkasnya. (Erwin)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help