Berniat Bunuh Bu Lurah di Banyuwangi, Pria Ini Malah Pura-pura Mau Kencing Lalu Kabur
"Saat proses pencarian barang bukti tersebut, tersangka meminta waktu untuk buang air. Namun saat borgol dilepas tersangka berusaha kabur,"
Penulis: Haorrahman | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Polisi melakukan rekontruksi kasus perampokan dan percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami, Kamis (2/8). Dalam rekontruksi tersebut, tersangka Agus Siswanto, mencoba melarikan diri.
Sebelum proses rekontruksi, polisi membawa tersangka untuk mencari barang bukti.
"Saat proses pencarian barang bukti tersebut, tersangka meminta waktu untuk buang air. Namun saat borgol dilepas tersangka berusaha kabur," kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Prathista Wijaya.
Polisi akhirnya menembak kaki tersangka. Agus Siswanto ditangkap, Rabu (1/8).
• Rayakan Ulang Tahun di Penjara, Saipul Jamil : Saya Sudah Tidak Punya Apa-apa
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, polisi melakukan rekonstruksi di halaman tengah Mapolres Banyuwangi.
Terdapat sekitar 10 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi ini.
"Kami melakukan rekontruksi di Mapolres karena banyak lokasi," ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman.
Dalam rekonstruksi diperagakan mulai tersangka menjemput korban di Kantor Kelurahan Penataban, saat makan bakso di Genteng, hingga terjadi penganiayaan terhadap korban di Kecamatan Tegalsari, yang selanjutnya korban dibuang ke sungai Sere Kecamatan Bangorejo.
"Pengakuan dan adegan rekontruksi, sesuai dengan pernyataan korban dan saksi-saksi," kata Donny.
(haorrahman)