Aksi #2019gantipresiden di Tugu Pahlawan Surabaya Dibubarkan Aparat, PDIP Jatim: Sudah Tepat
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono menilai, pembubaran gerakan deklarasi #2019gantipresiden oleh aparat sudah tepat.
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono menilai, pembubaran gerakan deklarasi #2019gantipresiden oleh aparat sudah tepat.
Hal tersebut karena menurut pria yang akrab disapa Logos ini menilai aksi tersebut menimbulkan suasana yang tidak kondusif, terutama di Surabaya.
"Maka menjadi kewajiban aparat untuk melakukan tindakan hukum dan saya menilai sudah tepat. Kalau diteruskan bisa terjadi konflik horizontal, gepuk-gepukan (pukul-pukulan) kan bisa bahaya," kata Logos, Senin (27/8/2018).
• Gerindra Jatim Sayangkan Aksi Penghadangan Deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya
Sehingga menurut Logos, sudah menjadi kewajiban aparat yaitu melakukan pencegahan dini agar tidak terjadi kerusuhan.
"Pelaksanaan kemarin kan ternyata juga ada penolakan dari masyarakat Surabaya. Pertanda kehadiran mereka tidak dikehendaki oleh warga Surabaya," lanjutnya.
Selain tidak dikehendaki masyarakat, Logos menilai cara tersebut tidak sesuai dengan koridor hukum.
• Sempat Terhenti Empat Bulan, Pembangunan Jalan Pandegiling Surabaya Kembali Dikerjakan
"Karena kalau saya baca di media kan kepolisian juga tidak memberi izin untuk aksi tersebut," tutupnya.
Seperti diketahui, deklarasi #2019gantipresiden dilaksanakan di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (26/8/2018) kemarin.
Aksi tersebut dibubarkan oleh kepolisian dan ormas lain yang menentang aksi tersebut.
• Dituding Telah Diskreditkan Banser, LBH Ansor Bergerak Laporkan Ahmad Dhani CS ke Polisi
Yuk Follow Instagram TribunJatim.com