Ibadah Haji 2018
BREAKING NEWS - Tragis, Jemaah Haji Sumenep ini Meninggal saat Mendarat di Bandara Juanda
Jemaah Haji asal Sumenep ini meninggal sesaat usai mendarat di Bandara Juanda setelah terbang dari Tanah Suci.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Muhammad Rafik (75), jemaah haji asal Pangerangan, Kabupaten Sumenep, meninggal saat mendarat di Bandara Juanda Surabaya.
Tepat ketika dia dibawa mobil ambulans untuk dirujuk ke RSU Haji Sukolilo Surabaya, nyawa jemaah yang tergabung dalam kloter 11 itu sudah tidak tertolong.
Informasi yang diterima, Rafik meninggal 03.20 segera setelah pesawat Saudi Arabia Airlines mendarat. Almarhum terlihat sesak napas setelah tujuh jam penerbangan dari Jeddah.
Wakil Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, dr Zainul menjelaskan saat sudah sesak napas, jemaah itu langsung dievakuasi ke dalam mobil ambulans untuk segera dirujuk ke RS Haji.
• Kloter Pertama Asal Situbondo Tiba di Surabaya, Jemaah Langsung Sujud Syukur dan Cium Aspal Bandara
• BREAKING NEWS - Sedang Ibadah Haji, Rumah Ketua DPRD Tulungagung Digeledah KPK
Namun, dalam perjalanan belum sempat masuk Rumah Sakit Haji, jemaah sudah meninggal dunia.
“Pasien meninggal karena gagal napas," kata Zainul.
Berdasarkan data surat kematian dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas 1 Surabaya, Muh Rafik tidak mengalami masalah kesehatan selama berada di tanah suci meskipun dengan riwayat emfisema dan gagal jantung sejak 5 tahun lalu.
Namun, sejak 3 hari menjelang pemulangan, Senin (27/8) kondisinya memburuk. Oleh tim kesehatan, Muh. Rafik dibawa ke sektor dengan terapi nebuleser dan diinfus sehingga keadaannya kembali membaik.
• Seminggu Pacari Siswi SMA di Surabaya, Pemuda ini Langsung Ajak Hubungan Badan, Terungkap WhatsApp
Pesawat Saudia Arabia Airline dengan nomer penerbangan SV5410 yang mengangkut jamaah haji kloter 11 take off dari bandara Jeddah pukul 13.02 WAS.
Pukul 15.00 WAS, kondisi warga Pangerangan Sumenep ini mulai melemah didalam pesawat sehingga dilakukan tindakan oleh dokter TKHI.
Pukul 18.00 WAS, pasien yang didampingi putranya, Ahmad Ghozali ini mengalami apneu. Oleh tim kesehatan, ia diberikan tindakan oxigen full, infus RL, injex dexa, trip aminophylin, tekanan darah 90/60, nadi 100x/menit.
Nafas pasien mulai teratur dan dokter TKHI menyarankan untuk memakai O2 sampai tiba di tanah air. (Faiq)
• Terungkap, Batu Bata Langka Ditemukan di Prigen Ternyata Saluran Air Bawah Tanah Kerajaan Singasari