VIDEO: Sidang Dugaan Pengadaan Tangki Pendam Fiktif PT DPS, 4 Terdakwa Dituntut Hukuman Berbeda

Keempat terdakwa PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.

VIDEO: Sidang Dugaan Pengadaan Tangki Pendam Fiktif PT DPS, 4 Terdakwa Dituntut Hukuman Berbeda
SURYA/ANAS MIFTAKHUDIN
Tiga tersangka dugaan pengadaan tangki pendam fiktif saat dilimpahkan penyidik Pidsus Kejagung ke Kejari Tanjung Perak, Kamis (5/4/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keempat terdakwa PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), yakni Direktur Utama, Muhammad Firmasnyah Arifin; mantan Direktur Administrasi dan Keuangan, Nana Suryana Tahir; mantan Direktur Produksi, I Wayan Yoga Djunaedy; mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Muhammad Yahya hadir mengikuti pembacaan tuntutan yang disampaikan jaksa.

Pembacaan tuntutan tersebut berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Jumat (7/9/2018).

JPU Katrin Sunita mengatakan, Dirut PT Dok dan Perkapalan Muhammad Firmasnyah Arifin dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan.

Selain Kurungan Penjara, 4 Terdakwa PT DPS Dituntut Ganti Rugi 24 Persen dari Total Kerugian Negara

Lalu mantan Direktur Administrasi dan Keuangan, Nana Suryana Tahir, dituntut lima tahun penjara dengan denda Rp 500 juta dan subsider enam bulan.

Tuntutan seperti Nana Suryana juga diterima oleh Direktur Produksi, I Wayan Yoga Djunaedy, dan mantan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha, Muhammad Yahya.

JPU Katrin Sunita menjelaskan, keempat terdakwa diwajibkan membayar 24 persen kerugian negara.

Dua Begal Sadis di Pasuruan Dibekuk Polisi, Terungkap Pelaku Lima Kali Keluar Masuk Penjara

"Kami berikan tenggang waktu 2,6 tahun," ujar Katrin kepada TribunJatim.com, Jumat (7/9/2018).

Sementara itu, empat terdakwa enggan menyampaikan komentar terkait tuntutan yang diterima.

Dalam pemberitaan sebelumnya, dugaan korupsi itu bermula saat PT Dok dan Perkapalan Surabaya menandatangani kontrak dengan PT Berdikari Petro untuk melakukan pembangunan tangki pendam di Muara Sabak, Jambi dengan nilai proyek Rp 179.928.141.879.

Dalam pelaksanaannya, PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan sub kontrak kepada AE Marine, Pte Ltd di Singapura dan selanjutnya merekayasa progres fisik (bobot fiktif) pembangunan tangki pendam.

Produksi Migas di Indonesia Kian Menurun, Revisi UU Migas Diminta Segera Dirampungkan

Lantas PT Dok dan Perkapalan Surabaya melakukan transfer sebesar US$ 3,9 juta kepada AE Marine Pte, Ltd, namun, dalam pelaksanaannya, justru tidak ada pekerjaan di lapangan atau di lokasi.

Dana itu justru dipakai untuk menutup kekurangan pembayaran pembuatan dua kapal milik Pertamina kepada Zhang Hong, Pte Ltd yang telah mempunyai anggaran tersendiri.

Berikut videonya:

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved