Kampus di Surabaya

Mahasiswi ITS Surabaya Ciptakan Sepeda Khusus Penderita Celebral Palsy, Bisa Jadi Alat Terapi Kaki

Elly Fitriana Soedjito, mahasiswi Despro ITS Surabaya menciptakan sebuah sepeda terapi khusus penderita cerebral palsy.

Mahasiswi ITS Surabaya Ciptakan Sepeda Khusus Penderita Celebral Palsy, Bisa Jadi Alat Terapi Kaki
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Elly Fitriana Soedjito, mahasiswi ITS Surabaya menunjukkan sepeda terapi untuk anak-anak penderita Cerebral Palsy usia 6-12 tahun. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Elly Fitriana Soedjito, mahasiswi Departemen Desain Produk Industri (Despro) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan sebuah sepeda terapi untuk tugas akhirnya.

Sepeda khusus ini dibuat untuk anak-anak berusia 6-12 tahun yang menderita penyakit cerebral palsy atau gangguan tumbuh kembang otak.

Elly mengatakan sepeda ini dibuat karena ia melihat tingginya penderita penyakit ini di Indonesia.

Sepeda berwarna kuning buatan Elly tersebut terinspirasi dari tugas akhir seniornya yang pernah membuat kursi roda dan orthosis untuk anak-anak pengidap cerebral palsy.

Selain itu, ia juga merasa prihatin terhadap anak-anak penderita penyakit tersebut sejak lahir dan perlu terapi lebih dini.

Komplotan Pencuri Mobil Mitsubishi L300 di Suarabaya Diduga Berjumlah 4 Orang, Polisi: Pemain Lama

Sepeda ini pun didesain sedemikian rupa agar dapat memenuhi kebutuhan pasien dan dilengkapi oleh komponen-komponen penunjang.

Mahasiswi yang bakal diwisuda pada 16 September 2018 ini menjelaskan bahwa sepeda ini menyediakan komponen untuk mempermudah interaksi anak dengan orang tua.

Sepeda ini juga dilengkapi dengan handle di bagian belakang.

“Dengan begitu, orang tua dapat mengendalikan sepeda dari belakang dengan cara mendorong,” tutur wanita yang juga merupalan Asisten Laboratorium Human Centered Design Departemen Despro ITS ini, Jumat (14/9/2018).

Pada dasarnya, lanjut Elly, sepeda ini didesain sebagai alat terapi yang menyenangkan bagi anak-anak penderita cerebral palsy.

VIDEO: Bupati Ngada Nonaktif, Marianus Sae Disambut Pelukan dan Tangis Keluarga Seusai Sidang Vonis

Menurut Elly, anak-anak butuh alat terapi yang menyenangkan bagi dunia mereka sekaligus sebagai sarana pembelajaran.

Dengan sepeda ini, anak-anak penderita cerebral palsy dapat melakukan terapi pergerakan pada kakinya.

“Selain itu juga dapat belajar terkait lingkungan sosial dengan cara interaksi mengemudikan sepeda bersama dengan orang tua,” terangnya.

Aksi Komplotan Pencuri Mobil Mitsubishi L300 di Surabaya Terekam CCTV, Polisi Kini Buru Pelaku

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help