Wisawatan asal Surabaya dan Kota di Jatim Lain Berpotensi Besar Kunjungi Sumatera Utara

Masruroh, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata mengatakan Potensi wisawatan lokal Surabaya dan Jatim cukup besar.

Wisawatan asal Surabaya dan Kota di Jatim Lain Berpotensi Besar Kunjungi Sumatera Utara
SURYA/SRI HANDI LESTARI
Satu stan pameran Pesona Wisata Danau Toba yang digelar di atrium Ciputra World Surabaya, Jumat (14/9/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kementerian Pariwisata dan Asosiasi Travel Agen (ASITA) DPD Sumatera Utara menggelar pameran Pesona Danau Toba di Surabaya.

Pameran yang digelar selama tiga hari ini tidak hanya berupa display, tapi juga berupa pertemuan Business to Business (B to B) dengan stakeholder usaha wisata di Surabaya dan Jawa Timur, dan melayani Business to Costumer (B to C) yang hadir langsung di pameran. 

"Potensi wisawatan Nusantara atau lokal dari Surabaya dan Jawa Timur cukup besar. Saat ini Kementerian Pariwisata sedang menggalakkan tiga tujuan wisata favorit, yaitu Danau Toba, Borobudur dan Mandalika," kata Masruroh, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata, Jumat (14/9/2018).

Debat Pilpres Berbahasa Inggris, Pakar HI Unair: Usulan Bersifat Politis, Memancing Reaksi Kubu Lain

Untuk tujuan Sumut, kata Masruroh, terutama untuk Danau Toba dan Pulau Samosir, selain ditawarkan di pasar wisatawan asing juga ditawarkan ke wisatawan lokal.

Sebelumnya, pameran serupa juga digelar di Yogyakarta.

"Kami melihat potensi di Surabaya bisa lebih besar dibanding Yogyakarta. Karena secara ekonomi, Upah Minimum Pekerja (UMR) di Surabaya lebih tinggi. Masyarakatnya juga hobi bepergian. Apalagi saat ini ada penerbangan dari Surabaya ke Medan," ungkap Masruroh.

Selain itu juga komunitas batak, komunitas gereja, yang ada di Surabaya juga besar.

Dilanjutkan Masruroh, mereka juga berpotensi untuk pulang kampung tidak hanya mengunjungi keluarga, tapi juga bisa dengan berwisata.

Dari Kementerian Pariwisata menyebutkan, bila sektor dan industri strategis masa depan ini dapat dikembangkan dan mampu menjadi penopang perekonomian nasional melalui sumbangan devisa bagi negara.

Apalagi di tahun 2019 mendatang, pemerintah menetapkan target kunjungan wisman sebasar 20 juta, dan wisatawan nusantara sebasar 275 juta perjalanan.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved