Pencuri Kayu Jati di Blitar ini Tertangkap Tersangkut Ranting Pohon Jati, Seorang Pelaku Kabur

Pelaku yang berhasil ditangkap adalah Candra Irawan (29), warga Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Pencuri Kayu Jati  di Blitar ini Tertangkap Tersangkut Ranting Pohon Jati, Seorang Pelaku Kabur
Imam Taufiq/surya
Pelaku pembalakan hutan jati di Balitar ditangkap petugas 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Jika kemarin-kemarin selalu gagal menangkap para pelaku pembalakan kayu hutan, kali ini tindakan petugas Polisi Hutan (Polhut) mulai membuahkan hasil.

Sebab, satu dari dua pelaku pencurian kayu hutan itu berhasil dilumpuhkan, sedang yang satunya lagi berhasil meloloskan diri dengan kabur ke dalam hutan.

Pelaku yang berhasil ditangkap adalah Candra Irawan (29), warga Desa Maliran, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Sedang, pelaku yang kabur diketahui berinisial Sl (28), yang tak lain satu desa dengan Candra. Tertangkapnya Candra itu, selain sudah dikepung petugas, juga karena kakinya tersangkut ranting pohon jati yang sudah ditebang dan sedang dibersihkan dahannya.

"Sebenarnya, ia juga sudah berusaha kabur seperti temannya. Namun,saat akan kabur , kakinya tersangkut ranting, sehingga terjatuh dan langsung ditangkap petugas," ujar Sarman, Wakil Adm KPH Blitar, Minggu (16/9/2018).

Penangkapan itu berlangsung Minggu (16/9) pagi atau sekitar pukul 06.00 WIB. Itu terjadi di Hutan Jati Maliran, RPH Resort Sumberingin, BKPH Rejotangan, KPH Blitar.

Atau tepatnya berada di petak 40 E, yang berada di tepi hutan. Bahkan, TKP pencurian kayu itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari perkampungan terdekat atau desa pelaku (Desa Maliran).

"Pagi itu, anggota mendapat informasi dari masyarakat, kalau dini hari itu (sekitar Subuh), terlihat ada dua orang masuk hutan. Keduanya diketahui membawa gergaji tangan," tuturnya.

Karena dipastikan dua orang itu pencuri kayu hutan, sehingga petugas langsung meluncur ke sasaran.

Namun, kali ini kekuatan petugas Polhut ditambah. Jika biasanya setiap operasi itu hanya sekitar empat orang, namun pagi itu kekuatannya ditambah jadi 10 personil. Itu bertujuan, bila pelaku berusaha kabur atau melawan ketika dikepung. Akhirnya, pagi buta itu, mereka meluncur dengan dibagi dua kekuatan.

Halaman
12
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help