Liga Indonesia

Dua Pentolan Suporter Arema FC Dilarang Masuk Stadion Manapun di Indonesia Seumur Hidup

Komdis PSSI secara resmi jatuhi hukuman kepada Arema FC atas rangkaian pelanggaran saat melawan Persebaya FC di Stadion Kanjuruhan, pekan ke-24 lalu

Dua Pentolan Suporter Arema FC Dilarang Masuk Stadion Manapun di Indonesia Seumur Hidup
TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO
Oknum suporter Aremania memasuki lapangan stadion Kanjuruhan, Malang, untuk mendatangi pemain Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Ndaru Wijayanto 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komdis PSSI secara resmi sudah menjatuhi hukuman kepada Arema FC atas rangkaian pelanggaran saat melawan Persebaya FC di Stadion Kanjuruhan, pekan ke-24 lalu.

Pengawas pertandingan menemukan beberapa pelanggaran seperti pengeroyokan Aremania kepada seseorang di stadion, intimidasi kepada tim tamu, hingga mendapat hukuman tanpa penonton pada laga home dan away.

Berdasarkan website resmi PSSI (www.PSSI.org) skuad Singo Edan didenda 100 juta akibat ulah suporternya yang menyalakan flare dan pelemparan botol saat menjamu Persebaya.

Hukuman ini belum termasuk Laga kandang Arema FC yang wajib dilaksanakan tanpa penonton.

(Gelar Rapat Koordinasi, Kemenkumham Jatim Bahas Aduan Masyarakat Soal Masalah Izin Travel Umrah)

(30 Prajurit Yonzipur Kodam V Brawijaya Bantu Perbaikan Rumah Korban Gempa di Pulau Sapudi Sumenep)

Belum termasuk juga pelarangan Aremania menonton Laga Tandang Arema FC, kedua hukuman ini berlaku hingga akhir kompetisi.  

Dua pentolan Aremania, yakni Yuli Sumpil dan Fandy juga tidak luput dari hukuman parah, Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Keduanya sempat memprovokasi penonton, satu di antaranya turun ke lapangan berkonflik dengan kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan. 

Keduanya pun dilarang PSSI memasuki stadion di Wilayah Republik Indonesia seumur hidup.

(OJK Jatim Dorong Lembaga Perbankan Tingkatkan Literasi Keuangan untuk Para Penyandang Disabilitas)

(DPD RI Disarankan Gandeng Perguruan Tinggi untuk Jalankan Tugas dan Wewenang Baru)

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help