Aksi KPK di Jatim

KPK Terus Obok-obok Pemkab Malang, Bupati Rendra Kresna Kian Pasrah, Begini Pengakuan Blak-blakannya

Bupati Rendra Kresna semakin pasrah dan akhirnya memberi pengakuan blak-blakan, setelah KPK terus obok-obok Pemkab Malang.

KPK Terus Obok-obok Pemkab Malang, Bupati Rendra Kresna Kian Pasrah, Begini Pengakuan Blak-blakannya
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIK
Rendra Kresna 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bupati Malang, Rendra Kresna mulai pasrah dengan nasibnya. Hal itu tak lepas dari kasus yang kini membelitnya.

Dia diduga menerima gratifikasi dari salah satu rekanan terkait dengan DAK Pendidikan tahun 2011 lalu. Bahkan Rendra sudah mengakui sebagai tersangka meskipun belum ada penetapan status tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Saat ini KPK masih terus mengumpulkan barang bukti. Hal itu, terlihat aktifitas KPK yang masih melakukan penggeledahan dan mengobok-obok belasan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Malang.

Penggeledahan tersebut dilakukan untuk melengkapi dokumen alat bukti sebelum menetapkan tersangka.

Geledah Rumah Bupati Malang Rendra Kresna, KPK Bawa 1 Koper Dokumen Penting dan Acungkan Jempol

Bupati Malang Rendra Kresna Jadi Tersangka KPK, Gubernur Pakde Karwo Langsung Bereaksi

Meski demikian, Bupati Malang Rendra Kresna mengaku sudah siap jika memang nantinya dia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Dirinya juga berpesan, bahwa roda pemerintahan harus tetap berjalan meski nantinya dia sudah tak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Malang.

"Saya sudah sampaikan kepada seluruh ASN di Kabupaten Malang, bahwa mereka harus tetap semangat. Selain itu, mereka juga tidak boleh terpengaruh dengan status saya nantinya," tegas Rendra Kresna, secara blak-blakan, Kamis (11/10/2018).

Menurut Rendra, meski tanpa dirinya, masih ada Wakil Bupati, Sekda dan jajaran pejabat lainya yang bisa tetap menjalankan roda pemerintahan.

Rendra Kresna Mundur dari Jabatan Ketua DPW Partai Nasdem Jatim, Begini Tanggapan Kolega & Karibnya

Lewat Tangan Trio Kwek-Kwek, Wali Kota Pasuruan Setiyono Atur Semua Proyek untuk Dapat Fee

Untuk itu, politisi yang mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Jatim ini minta semua ASN di lingkungan Pemkab Malang tidak terpengaruh dengan apapun yang terjadi pada dirinya.

Pelayanan masyarakat juga harus tetap jalan. Jangan sampai terpengaruh dengan status yang saya hadapi. Karena masih banyak hal yang harus segera diselesaikan.

"Kami punya sumpah jabatan yang isinya akan memberikan pelayanan yang terbaik. Komitmen itu harus tetap dijaga dan dilaksanakan. Bupati bukanlah segala-galanya dan prestasi dicapai atas usaha bersama," ucapnya.

Selain itu, Rendra mengakui masih ada sejumlah program kerja ataupun pembangunan yang harus terus dilanjutkan. Terutama terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan Kabupaten Malang. Salah satunya adalah kawasan Singosari yang cukup potensial untuk mengembangkan sektor ekonomi.

KPK Obok-obok Kabupaten Malang, MCW Ungkap Ada 5 Kasus Dugaan Korupsi ini di Pemkab Malang

"Kawasan Singosari harus terus dikembangkan dan dikawal terus. Sebab, efek dari perkembanganya tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Malang saja. Tetapi juga Malang Raya secara keseluruhan bahkan juga Jawa Timur," imbuh Bupati Malang dua periode ini.

Rendra Kresna juga mengucapkan terima kasih lantaran selama ini masyarakat Kota Malang sangat kooperatif dalam hal pembangunan.

Ia bercerita, bahwa pada awal kepemimpinanya sebagai bupati Malang periode pertama. Saat itu, cukup banyak desa di kawasan Kabuapaten Malang yang masuk dalam kategori tertinggal. Namun, kini desa-desa yang sebelumnya tertinggal itu sudah berubah menjadi desa berkembang.

12 Kepala Daerah Jatim Kena Cokok KPK, Pusat Anti Korupsi Unair: Terbanyak Terjerat Pengadaan Barang

"Ada sekitar 114 desa yang masuk kategori tertinggal pada periode saya memimpin. Tetapi memasuki tahun 2017 114 desa tersebut sudah meningkat menjadi desa berkembang. Untuk itu, masyarakat harus terus menjaga kebersamaan dalam membangun kabupaten Malang. Sebab, Bupati, OPD dan pejabat lainya tidak ada artinya jika tidak ada dukungan dari masyarakat," tandasnya. (Alfi Ramadana)

Penulis: Alfi Syhari Ramadana
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help