Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pembalut Wanita hingga Anak Kecil, Metode Penyelundupan Ponsel ke Lapas Pamekasan Digagalkan Petugas

M Hanafi menceritakan jika pihaknya pernah menggagalkan penyelundupan ponsel yang disembyikan di dalam pembalut wanita.

Editor: Ayu Mufihdah KS
KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN
Salah satu warga melintas di depan Lapas Pamekasan, Senin (17/9/2018). Napi Lapas Pamekasan masih banyak yang menggunakan HP di dalam. 

TRIBUNJATIM.COM - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pamekasan, Madura, M Hanafi, mengungkap beberapa kejadian penyelundupan ponsel ke dalam Lapas oleh keluarga narapidana.

M Hanafi menceritakan jika pihaknya pernah menggagalkan penyelundupan ponsel yang disembyikan di dalam pembalut wanita.

Dilansir dari Kompas.com, kejadian penyelundupan ponsel menggunakan pembalut wanita itu terjadi tiga hari yang lalu.

Penyelundupan model seperti itu, merupakan kejadian baru yang terdeteksi oleh petugas.

Sebut Penyebab Kekalahan Sriwijaya FC atas PSMS Medan, Subangkit Mengaku Siap Tanggung Jawab

Hanafi menduga, dengan memasukkan ponsel ke dalam pembalut wanita, akan membuat petugas tidak akan memeriksanya.

Apalagi, pembalut yang dugunakan penyelundup sudah ada percikan darahnya.

Namun petugas tidak mau lengah. Meskipun sudah berdarah, pembalut tersebut tetap dibuka dan isinya sebuah ponsel.

"Saya tidak tahu apakah darah dalam pembalut itu asli darah haid atau darah lain. Namun karena berisi handphone yang akan diselundupkan, tetap kami amankan," terang Hanafi, Kamis (18/10/2018).

Minim Kesempatan Bermain, Arema FC Pinjamkan Juan Revi ke Semen Padang

Awalnya, imbuh Hanafi, petugas tidak curiga terhadap pembalut yang dipakai oleh penyelundup.

Namun setelah disentuh terasa keras, petugas kemudian curiga ada sesuatu di dalamnya.

Dugaan petugas benar, ternyata di dalam pembalut terdapat sebuah ponsel.

Selain pembalut wanita, penyelundupan ponsel ke dalam Lapas juga dengan memanfaatkan anak kecil.

Diduga Ada Potongan Dana Jaspel, Polisi Lakukan OTT di Puskesmas Pule Trenggalek, ini Hasilnya

Caranya yakni dengan menyelipkan ponsel di dalam baju anak kecil saat di pintu penjagaan.

Sebelum diperiksa, anak kecil tersebut dicubit oleh ibunya agar terus menangis.

Ketika anak menangis, petugas bisa terkecoh dan tidak memeriksa anak kecil tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved