Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

BSN Dorong Industri di Jatim Segera Terapkan SNI Agar Produknya Mampu Bersaing di Pasar Mancanegara

Dari total itu, perusahaan di Jatim yang produknya sudah SNI sebanyak 486 perusahaan sedangkan jenis SNI-nya ada 204.

Penulis: Arie Noer Rachmawati | Editor: Ayu Mufihdah KS
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Kepala Biro Hukum, Organisasi, dan Humas BSN, Iryana Margahayu saat konferensi pers Pameran IQE Nasional (BSN) di Grand City Mall Surabaya, Selasa (23/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Standardisasi Nasional (BSN) Jawa Timur mendorong agar industri segera menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk-produknya.

Kepala Biro Hukum Organisasi dan Humas BSN, Iryana Margahayu mengatakan, hal itu supaya produk-produk industri mampu bersaing di pasar mancanegara sehingga kapasitas ekspornya bisa meningkat.

"Tentunya kalau sudah SNI yang harmonized maka potensi ekspornya berpeluang luas. Karena di pasar global, kalau sudah berSNI tidak perlu standar lagi, sudah sama standarnya," jelasnya saat konferensi pers Pameran IQE Nasionai (BSN) di Grand City Mall Surabaya, Selasa (23/10/2018).

Jalin Kerjasama dengan Polda Jatim, BPN Jatim Berharap Segera Tumpas Kasus Mafia Tanah

Iryana Margahayu mengatakan, hingga saat ini industri yang sudah menerapkan SNI pada produknya sebanyak 3.961 perusahaan.

Dari total itu, perusahaan di Jatim yang produknya sudah SNI sebanyak 486 perusahaan sedangkan jenis SNI-nya ada 204.

"Dari 486 perusahaan itu, yang jelas SNI-nya tidak semua wajib. Pastinya campuran antara SNI Sukarela dan Wajib. Dan mayoritas ini industri air minum dalam kemasan, baja, hingga pupuk," terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengapresiasi kepada seluruh industri yang sudah menerapkan SNI pada produknya selama ini.

Peduli Korban Gempa dan Tsunami Sulteng, Ratusan Anggota Polres Gresik Donorkan Darahnya

Diharapkan, industri-industri yang belum menerapkan SNI lainnya, agar segera melakukannya.

"Ini supaya tak hanya untuk ekspor saja, tapi lebih ke perlindungan konsumen dan menyamakan mutu agar bisa sesuai standar yang ditetapkan," jelasnya.

Adapun kendala industri yang belum menerapkan SNI, kata Iryana, bisa saja karena industri tersebut belum mengetahui informasi yang cukup, kemampuan anggaran, SDM hingga mental yang belum mumpuni.

"Untuk itu kami memberikan edukasi dan sosialisasi SNI melalui pameran di bulan mutu nasional ini. Mereka bisa konsultasi hingga produk apa saja yang sudah SNI," imbuhnya.

Tekan Angka Mafia Tanah, Polda Jatim Jajaki Kerjasama dengan BPN Jatim di Bidang Agraria

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved