Tingkatkan Jumlah SDM ATC, AirNav Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Kementerian Perhubungan

AirNav Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja penerbangan bidang navigasi.

Tingkatkan Jumlah SDM ATC, AirNav Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Kementerian Perhubungan
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto (kiri) bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP),  Umiyatun Hayati Triastuti (kanan). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - AirNav Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan jumlah tenaga kerja penerbangan bidang navigasi atau Air Traffic Controller (ATC).

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, saat ini di Indonesia membutuhkan sekitar 2.000 tenaga pemandu lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC).

Setiap satu tower ATC bandara skala besar seperti Bandara Internasional Soekarno Hatta membutuhkan 400 pekerja sedangkan skala kecil membutuhkan 20 pekerja.

"Maka dari itu, untuk merekrut tenaga ATC ini tidak gampang dan harus selektif karena tingkat pekerjaannya dengan stress tinggi," jelasnya seusai penandatanganan MoU dengan AirNav Indonesia, Kamis (8/11/2018).

Jadi Pembicara ARDC 2018 di ITS Surabaya, Dosen ITB Singgung Peraturan Bangunan di Daerah Wisata

Apalagi, lanjutnya, di daerah yang padat trafficnya menjadi tantangan dan harus punya standar internasional Annex 1 to the Convention on International Civil Aviation.

Di samping itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP),  Umiyatun Hayati Triastuti menjelaskan, untuk mencetak SDM yang kompeten di bidang navigasi ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.

"Butuh dukungan dari berbagai pihak, seperti AirNav Indonesia ini. Karena pemerintah tahun ini dan tahun depan juga akan fokus mengembangkan SDM yang berkualitas melalui pendidikan berbasis vokasi yang bersifat teknis," tuturnya.

Sebab, menurutnya, program SDM terutama yang berbasis keterampilan siap pakai dinilai penting sekali. Tidak hanya infrastruktur dan fisik saja, melainkan SDM juga perlu dibangun.

"Melalui kerja sama ini, kami menyanggupi untuk mendukung program pendidikan penerbangan dengan mengoptimalkan peralatan, sarana dan prasarana milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub," terangnya.

Sambut Hari Pahlawan, 390 Siswa TK Ikuti Lomba Mewarnai Sendok Nasi Kayu di BG Junction Surabaya

Hal ini bertujuan agar dapat dimanfaatkan dalam praktik lapangan peserta didik.

Umiyatun menjelaskan, UPT akan memberikan kontribusi karena pendidikan ini tidak hanya teori.

"Rata-rata teori di kelas diberikan hanya 30 persen, sekitar 60-70 persennya on the job training di lapangan bersama Airnav maupun bandara," jelasnya.

Yuk subscribe Channel TribunJatim.com lainnya:

YouTube:

Instagram:

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved