BKN Sebut Masih Ada Harapan Bagi Mereka yang Tak Lolos Passing Grade SKD CPNS 2018

Seperti diketahui, ada tiga sub ujian di SKD CPNS 2018 yakni tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TWU) dan tes karakteristik pribadi

BKN Sebut Masih Ada Harapan Bagi Mereka yang Tak Lolos Passing Grade SKD CPNS 2018
Surya Malang
CPNS 2018 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bagi peserta ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS 2018 yang nilainya kurang dari standar kelulusan (passing grade) yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN), masih memiliki harapan.

Sebab BKN akan membuat rangking dari nilai akumulasi di bawah nilai ambang batas bawah passing grade.

Seperti diketahui, ada tiga sub ujian di SKD CPNS 2018 yakni tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TWU) dan tes karakteristik pribadi (TKP).

Ketiga tes ini memiliki tingkat kelulusan berbeda, dan masing-masing peserta harus memenuhi standar passing grade jika ingin lulus murni.

Setelah Seperempat Abad, Megawati Tiba-tiba Ingin Mundur dari Ketua Umum PDIP: Saya Makin Kesal

Cerita Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Disebut Warga Rumah Hantu hingga Batal Dijual Pemiliknya

Jika diakumulasikan, minimal nilai dari ketiga tes ini mencapai 298 untuk bisa masuk ke kategori lulus.

Namun ternyata, sampai menjelang berakhirnya ujian SKD CPNS secara nasional pada 17 November nanti, hasil SKD rendah untuk peserta ujian di tingkat pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota).

Tingkat kelulusan SKD CPNS paling tinggi berada di Indonesia wilayah barat berkisar di angka 3,34 persen.

Melihat rendahnya tingkat kelulusan SKD ini, pemerintah memutuskan skema untuk mengisi formasi yang kurang terisi akibat rendahnya tingkat kelulusan ini.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan BKN akan menyusun rangking berdasarkan akumulasi nilai.

"Prioritas tentu kepada mereka yang lolos murni, sesuai dengan passing grade. Lalu bagaimana dengan formasi yang kurang akibat tidak terpenuhinya passing grade, kami tidak akan menurunkan passing grade, tetapi kami akan membuat perangkingan," kata Bima saat berkunjung ke Jember, Kamis (15/11/2018).

Meskipun menyusun perangkingan, Bima menegaskan, tidak akan memilih nilai yang rendah. Dia menyebut batas bawah nilai yang akan 'dilirik' oleh BKN adalah 260.

"Karena bisa jadi ada seorang peserta nilai akumulasinya itu 300 bahkan 320 tetapi ada satu sub ujian yang tidak sesuai passing grade. Untuk perangkingan tentu kami melihat nilai yang tinggi dulu," tegasnya.

Sistem ini, lanjutnya, sudah disepakati oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Namun untuk formasi yang tidak memiliki pendaftar, tegas Bima, akan dibiarkan kosong. Pihaknya akan menentukan kebijakan lebih lanjut untuk mengisi formasi yang tanpa pendaftar. Ia mencontohkan sejumlah formasi dokter spesialis yang nihil pendaftar.

Mereka yang lulus SKD bakal segera diumumkan oleh Menteri PAN-RB. BKN juga menunggu Peraturan Menteri terkait peserta yang lolos ke tahap selanjutnya berdasarkan rangking. Usai ujian SKD, CPNS harus mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved