Mahasiswa Universitas Jember Beri Dukungan Tolak Pembangunan Pabrik Semen di Gunung Kendeng

150 mahasiswa Universitas Jember (Unej) menyuarakan dukungan penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

Mahasiswa Universitas Jember Beri Dukungan Tolak Pembangunan Pabrik Semen di Gunung Kendeng
sri wahyunik/surya
Kuliah Bersama Rakyat bertema “Negara Hukum, Kemanusiaan, dan Ekologi” di Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - 150 mahasiswa Universitas Jember (Unej) menyuarakan dukungan penolakan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah.

Dukungan ini disampaikan melalui petisi online di akun facebook CHRM2 UNEJ yang dilakukan serentak menyuarakan “Kami Mahasiswa Universitas Jember, Mendukung Tolak Pabrik Semen di Gunung Kendeng. Salam Kendeng, Lestari”.

Dukungan ini diberikan selepas acara Kuliah Bersama Rakyat di Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), Kamis (15/11/2018). Universitas Jember melalui Centre for Human Rights, Migration and Multiculturalism (CHRM2 UNEJ) memberikan dukungannya terhadap masyarakat Rembang dengan menyelenggarakan Kuliah Bersama Rakyat bertema “Negara Hukum, Kemanusiaan, dan Ekologi” di Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej).

Kuliah tersebut mendatangkan beberapa narasumber, diantaranya Gunretno (Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendengan – JMPPK) dan Yateno (Ketua Paguyuban Petani Jawa Timur, Banyuwangi).

Digelar di 6 Tempat, Book Fair on Station Siap Tingkatkan Minat Membaca Pengunjung Stasiun

Al-Khanif, Ketua CHRM2 Universitas Jember menyampaikan latar belakang mengadakan kuliah kali ini.

“Kuliah kali ini kami adakan agar dapat memberikan wawasan dan perspektif yang berbeda kepada mahasiswa kami, sehingga para mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana duduk permasalahan yang ada dari para narasumber,” kata Al-Khanif kepada TribunJatim.com.

Dalam kuliah yang diberikan, kedua narasumber menceritakan bagaimana kebijakan pemerintah untuk berbagai konflik agraria yang ada saat ini masih belum dapat melindungi kepentingan rakyat termasuk menjaga kelestarian lingkungan.

Gunretno menyampaikan, pentingnya pemahaman mengenai fungsi suatu kawasan perlu disebarluaskan dan disosialisasikan kepada masyarakat, dalam bahasan kali ini adalah fungsi kawasan karst di Pegunungan Kendeng.

Bupati Jember Terima Hasil Pemetaan Tenaga Pelaksana dari Kepala BKN

Karst yang selama ini dianggap panas dan gersang ternyata memiliki banyak fungsi yang sangat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan.

“Masyarakat termasuk para pemangku kepentingan perlu mengetahui fungsi kawasan karst agar mereka menjadi cinta terhadap kelestarian lingkungan. Karst yang selama ini dianggap hanya gundukan batu panas dan gersang justru memiliki fungsi sebagai penyimpan cadangan air ketika musim hujan. Dimana satu kubiknya dapat menyimpan cadangan air sebanyak 200 liter,” papar Gunretno.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved