Akibat Kalah dengan Produk Pabrik, Perajin Sadel Kulit Sepeda Onthel di Magetan Sepi Orderan

Menurut Sumadi, dia mulai menggeluti kerajinan sadel kulit sepeda unto sejak 1975, setelah produk sepatu buatan tangannya mulai sepi orderan.

Akibat Kalah dengan Produk Pabrik, Perajin Sadel Kulit Sepeda Onthel di Magetan Sepi Orderan
SURYA/DONI PRASETYO
Sumadi, warga Dusun Jejeruk, Desa Candirejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan satu dari dua perajin kulit Magetan yang mengkhususkan diri memproduksi suku cadang sepeda ontel kuno (sepeda unto) dari kulit, saat ini sepi orderan. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pengrajin suku cadang sepeda pancal kuno (sepeda unto) yang terbuat dari kulit akhir-akhir ini sepi orderan dari pedagang sepeda.

Pekerjaan yang hanya digeluti dua perajin kulit di Magetan itu mengaku sepi orderan hingga 60 persen dari pedagang sepeda yang menyalurkan ke pedagang di berbagai daerah

"Kita sebenarnya sudah berusaha masuk ke toko toko sepeda di Surabaya, Solo, Yogyakarta, bahkan ke Kalimantan," kata Sumadi, perajin kulit warga Dusun Jejeruk, Desa Candirejo, Kecamatan/Kabupaten Magetan, kepada Surya di tempat kerjanya, Minggu (25/11/2018).

"Tapi semua menolak, mengaku sudah ada yang memasok dari Madiun. Padahal Madiun itu dari kita, sudah kita yakinkan, tetap menolak," sambung dia.

Kunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di NTT, Riders Honda PCX Kibarkan Bendera Merah Putih

Padahal, lanjut Sumadi, yang menekuni kerajinan kulit yang mengkhususkan diri membuat suku cadang sepeda unto, mulai dari sadel sampai asesoris seperti tas samping, tas sadel, tas palang atau biasa disebut tas pistol, tas setir, dan tutup jari jari roda.

"Pedagang yang saya kelilingi di Surabaya, Solo dan Yogyakarta itu mengambil dari toko Madiun itu harganya sudah naik dua kali lipat dari tempat saya. Tapi memang persatuan pedagang itu memang kuat dan tetap menolak produk saya," ujarnya.

Mendapat penolakan itu, Sumadi pantang menyerah dengan kembali berkeliling di Surabaya.

Tiba di Kampung Bena NTT, Rider Honda PCX Luxurious Trip 2018 Disambut Tokoh Adat Setempat

Diakuinya, Surabayamerupakan salah satu daerah dengan pangsa pasar sepeda unto masih cukup tinggi setelah kota besar lain, seperti Solo, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

Menurut Sumadi, dia mulai menggeluti kerajinan sadel kulit sepeda unto sejak 1975, setelah produk sepatu buatan tangannya mulai sepi orderan.

Ia mengaku produknya kalah dengan produk pabrikan dan dari luar negeri. Selain itu juga mulai menjamurnya usaha kerajinan sepatu sandal seperti yang dibuatnya.

"Dulu mesin hanya satu. Setelah mesin sadel diambil Kakak saya, saya singkat kata beli sendiri dan giat produksi serta memasarkan. Sekitar tahun 1980, saya mendapat pesanan dari toko sepeda Surabaya membuat sejumlah asesoris sepeda unto komplit, sampai penutup jari jari roda," jelasnya.

Mengaku Kesulitan Ekonomi, Kakek Asal Surabaya Dapat Hadiah Undian Sepeda Motor Acara Fun Bike

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved