Solusi Pakde Karwo Atasi Konflik Mahasiswa Papua: Asrama Jangan Diisi Penghuni Satu Kelompok Saja

Aksi unjuk rasa penghuni asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang mendukung pembebasan Papua Barat menyita perhatian publik.

Solusi Pakde Karwo Atasi Konflik Mahasiswa Papua: Asrama Jangan Diisi Penghuni Satu Kelompok Saja
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Gubernur Jatim, Soekarwo, usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Korpri ke-47 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/12/2018) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi unjuk rasa penghuni asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang mendukung pembebasan Papua Barat menyita perhatian publik.

Gubernur Jatim, Soekarwo memberikan komentarnya terkait insiden yang terjadi di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya dua hari terakhir ini.

Menurut Pakde Karwo, ada cara untuk meredam konflik semacam itu, yakni dengan akulturasi budaya antara mahasiswa Papua dengan warga Surabaya.

Ide tersebut muncul berdasarkan pengalaman Pakde Karwo yang pernah berdiskusi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X terkait konflik antar asrama Papua di Yogyakarta.

(RS Onkologi Surabaya Luncurkan Aplikasi Mobile Andorid, Booking Dokter jadi Lebih Mudah)

(Driver Ojek Online Menolak Wacana Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap di Jatim)

"Begitu Papua ini menjadi daerah otonomi khusus yang uangnya banyak, hampir semua kabupaten di Papua itu berkompetisi membuat asrama sendiri-sendiri dan ada perbedaan fasilitas di setiap asrama kabupaten itu, dan berujung konflik," kata Pakde Karwo, Senin (3/12/2018).

Pakde Karwo lalu melanjutkan pola tersebut berbeda dengan mahasiswa Batak yang memilih untuk kos di rumah warga sekitar.

"Karena kos di sekitar, di situ ada akulturasi budaya antara mahasiswa Batak tersebut dengan ibu kosnya dan warga lainnya," kata orang nomor satu di Jatim ini.

Hal tersebut ucap Pakde Karwo harusnya diterapkan juga oleh mahasiswa Papua yang berada di Jalan Kalasan, Surabaya.

"Kalau mereka kost di sekitar akan terjadi akulturasi juga, karena sebetulnya yang bisa merubah ekstremitas itu adalah persatuan dari etnik, moral dan kultural," ucapnya.

(Vicky Prasetyo Ditanya Raffi Ahmad Lebih Cinta Angel Lelga atau Zaskia Gotik, Jawabannya Bikin Kaget)

(Razia Gabungan di Kota Kediri Temukan ODGJ dan Gepeng)

Untuk itu, menurut Pakde Karwo, salah satu solusi yang tepat adalah tempat tinggal para mahasiswa Papua tersebut jangan mengelompok.

"Kalau misalkan ada asrama pun, ya campur saja dengan mahasiswa luar kota dari daerah lain, seperti dulu ada asrama bhinneka tunggal Ika yang diisi oleh mahasiswa dari berbagai daerah," katanya

Pakde Karwo juga mengimbau agar stakeholder juga mendekatinya dengan humanis dan keadilan dengan cara dialog.

"Karena kemerdekaan yang mereka minta itu sebenarnya hanya manifest ekstrem, sehingga tujuan yang paling dasar harus kita temukan. Untuk itu kita bisa cari psikolog untuk mencari dasar permasalahannya apa," pungkasnya.

(Vicky Prasetyo Ditanya Raffi Ahmad Lebih Cinta Angel Lelga atau Zaskia Gotik, Jawabannya Bikin Kaget)

(Driver Ojek Online Menolak Wacana Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap di Jatim)

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved