APMI Jatim: Maraknya Produk Impor & Game Gratis di Smartphone Jadi Kendala Industri Mainan Saat Ini

Maraknya permainan gratis di smartphone dan derasnya produk impor yang tidak memiliki SNI menjadi kendala pada industri mainan saat ini.

APMI Jatim: Maraknya Produk Impor & Game Gratis di Smartphone Jadi Kendala Industri Mainan Saat Ini
ilustrasi mainan impor 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Maraknya permainan gratis di smartphone dan derasnya produk impor yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi kendala pada industri mainan saat ini.

Ketua Bidang Mainan Kayu Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Jatim, Winata Riangsaputra mengatakan, mayoritas produk impor itu berasal dari Tiongkok.

"Mainan yang tidak punya SNI ini rata-rata dijual secara online dan beredar luas tanpa pengawasan dari pemerintah," katanya, Rabu (5/12/2018).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap pemerintah bisa terus memperbaiki peraturan SNI agar bisa mengurangi peredaran importir abal-abal.

"Pengawasan produk impor juga sebaiknya dilakukan secara intens di daerah bukan di kota-kota besar saja seperti Jakarta," ujarnya.

Penjualan Mainan Tradisional di Jatim Turun 20 Persen Akibat Maraknya Game Gratis di Smartphone

Dengan begitu, lanjutnya, semua pihak dapat diuntungkan dan yang terpenting pelaku yang memanfaatkan celah peraturan SNI diberikan tindakan pidana.

Adapun sepanjang tahun ini kategori mainan yang berkontribusi besar terhadap penjualan adalah mainan bertema edukasi.

Misalnya, produk rocking horse dan ride on yang berkontribusi mencapai 40 persen.

"Akhir tahun ini diprediksi meningkat sekitar 5 persen bila dibandingkan bulan biasanya," imbuhnya.

Musim Hujan, Harga Tomat di Pasar Wonokromo Naik Rp 2.000 hingga Rp 3.000 Per Kg, Ini Kata Pedagang

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved