Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Anak TKI Jadi Wisudawan Terbaik di Wisuda Sarjana ke-25 IAIN Madura

Burdatun Warida anak seorang TKI yang meraih predikat wisudawan terbaik IAIN Madura berasal dari Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura.

Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim.com/Kuswanto Ferdian
Burdatun Warida anak seorang TKI yang meraih predikat wisudawan terbaik IAIN Madura berasal dari Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com Kuswanto Ferdian

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Burdatun Warida anak seorang TKI yang meraih predikat wisudawan terbaik IAIN Madura berasal dari Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Madura.

Hidup diperantauan memanglah tidak mudah. Tapi berbeda dengan wisudawan yang satu ini. Meski kedua orang tuanya menjadi TKI tak menyurutkan semangat Burdatun Warida untuk menyelesaikan pendidikan sarjananya.

Burdatun menjelaskan, selama empat tahun kuliah di Universitas IAIN Madura, ia mendapat beasiswa unggulan dari Kemenag.

Pada hari Kamis (6/12/2018) menjadi momen bahagianya selama empat tahun berjuang di bangku perkuliahaan.

Fakta-fakta Angin Puting Beliung di Bogor, Rumah Warga Rusak hingga Tewaskan Pengendara Mobil

Lulus dengan predikat wisudawan terbaik dari 1265 mahasiswa yang di wisuda pada sarjana wisuda ke-25 dan magister ke-5 Institut Agama Islam Negeri, Madura.

Wisudawan S1 Management Pendidikan Islam ini mengungkapkan, dengan beasiswa unggulan dari Kemenag yang diperolehnya ia bisa lebih fokus pada perkuliahan.

"Saya aktif di organisasi kampus, selanjutnya berusaha aktif di luar kampus. Dari semester pertama sudah mengatur waktu perkuliahan. Awal tahun kuliah saya gunakan untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus," ujar perempuan asal Pulau Mandangin itu kepada TribunJatim.com ,Kamis (6/12/2018).

Perasaan bangga dan haru menyelimuti orang tua Burdatun, setelah mendapat undangan khusus pada wisuda anaknya.

Ibunda Burdatan, juga tak kuasa mengungkapkan rasa syukur. Dia mengaku sangat bangga dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena anaknya mendapat undangan khusus.

"Burdatun punya semangat, walau dari keluarga tidak mampu. Orangtua hanya bisa mendukung asal dia bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan," ujarnya kepada TribunJatim.com.

"Itu yang saya sampaikan kepada anak-anak saya. Dan, selama menuntut ilmu jangan lupa berdoa, sebagai kewajiban dari hamba Allah," tegasnya.

Saat di temui TribunMadura.com Burdatun terlihat berkaca-kaca saat bercerita mengenai ayahnya yang tidak bisa hadir di momen wisuda yang selama ini ia nantikan.

Padahal ia ingin mempersembahkan predikat wisudawan terbaik ini kepada ayahnya yang pada hari itu juga sedang berulang tahun.

Burdatun juga bercerita tentang rahasia di balik predikat wisudawan yang ia raih.

"Untuk menjadi wisudawan terbaik itu tidak mudah. Bagi saya memperoleh IPK 3.75 butuh perjuangan yang sungguh-sungguh."

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved