Mangkir Lagi, Saksi Rekanan Terkait Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Floating Crane

Mantan Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Riry Syeried Jetta dijadwalkan menjalani pemanggilan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus)

Mangkir Lagi, Saksi Rekanan Terkait Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Floating Crane
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
I Wayan Yoga Djunaedy yang merupakan Direktur Produksi nonaktif dan Nana Suyarna Tahir selaku direktur keuangan nonaktif dari PT DPS menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Surabaya di Sidoarjo, Jumat (5/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mantan Direktur Utama Surabaya (DPS)'>PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), Riry Syeried Jetta dijadwalkan menjalani pemanggilan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

Pemanggilan itu dipenuhi Riry pada Kamis (6/12/2018). Namun, tidak halnya bagi rekanan, Antonius Aris Putra. Lagi-lagi, Aris mangkir.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung mengatakan, pemanggilan iyu terkait pemeriksaan tambahan dalam penyidikan dugaan kasus korupsi pengadaan kapal floating crane PT DPS yang nilainya mencapai Rp 100 miliar.

“Saksi dari pihak rekanan tak hadir lagi," ujar Richard kepada TribunJatim , Kamis (6/12/2018).

Richard menambahkan, selain memanggil Riry, dua saksi itu turut dipanggil untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Hari ini yang dipanggil ada dua orang, seorang rekanan dan mantan Dirut PT DPS” katanya kepada TribunJatim,  Kamis (6/12/2018).

Richard menambahakan, Aris beralasan sakit, sehingga ia tak bisa memenuhi panggilan dari penyidik pidsus Kejati Jatim.

“Keterangannya dibutuhkan dalam penyidikan kasus ini, jadi kami akan jadwalkan kembali pemeriksaan saksi rekanan ini,” sambungnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, penyelidikan kasus besar ini dimulai ketika muncul laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan, ditemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp 60 miliar dari nilai proyek pengadaan kapal sebesar Rp 100 miliar.

Halaman
12
Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved