Mujib Warga Pandaan Kabupaten Pasuruan ini Bahagia Bisa Buat SIUP dan NIB Mudah Tanpa Ribet

Mujib Burohman, warga Dusun Mojo, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan terlihat sumringah, Jumat (7/12/2018) pagi.

Mujib Warga Pandaan Kabupaten Pasuruan ini  Bahagia Bisa Buat SIUP dan NIB Mudah Tanpa Ribet
(Surya/Galih Lintartika)
BAHAGIA : Mujib Burohman bersama Andri Wahyudi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan dan Dian Puspawati, Kabid Perizinan Usaha Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan berfoto bersama sambil menujukkan SIUP dan NIB yang sudah jadi. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Mujib Burohman, warga Dusun Mojo, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan terlihat sumringah, Jumat (7/12/2018) pagi.

warga Dusun Mojo, Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan itu baru saja mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis tanpa dipungut biaya. Sebelumnya selama lima tahun lebih, usahanya di bidang las tanpa memiliki legalitas yang diakui negara.

"Allhamdulillah mas, tidak ribet. Saya dulu tidak tahu, dan katanya susah mengurus SIUP ataupun NIB. Jadi, saya biarkan saja, dan kemarin diajak kesini untuk mengurus legalitasnya," katanya kepada TribunJatim saat ditemui di Warkop AW, Pandaan.

Mujib mengatakan, pengurusannya mudah. Hanya bermodalkan NPWP, KTP, dan Email aktif. Selanjutnya, dokumen itu didaftarkan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Tak lebih dari 20 menit, ia sudah mendapatkan SIUP dan NIB yang berlaku seumur hidup.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi menjelaskan, 20 Juli 2018, ia dan rekan sesama komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan mengunjungi Kemenkeu. Di sana, ia meminta solusi agar masyarakat mudah menguruskan perizinan khususnya untuk SIUP dan NIB ini.

Nah, alhasil ada namanya sistem Online Single Submission (OSS). Ini program pendaftaran legalitas usaha secara online. Sangat mudah dan cepat sekali. Kalau zaman dulu, mengurus harus datang ke Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Pasuruan.

Mereka harus bawa berkas dan menunggu berhari - hari. Kalau sekarang, waktunya dipangkas lebih singkat melalui sistem OSS ini.

"Jauh lebih mudah dan lebih cepat sekali. Mereka cukup mendaftarkan diri melalui ponsel mereka saja beres," katanya kepada TribunJatim.

Dijelaskan dia, semangat awalnya karena ingin meningkatkan investasi di Pasuruan. Nah, salah satu indikatornya mempermudah proses perizinan seperti ini. Kata dia, potensi UKM di Kabupaten Pasuruan ini sangat banyak sekali.

Bisa UKM makanan dan minuman, furniture dan UKM lainnya. Sayangnya , banyak UKM yang belum memiliki legalitas yang baik dan diakui negara. Maka dari itu, kebetulan ada sistem OSS dari pemerintah pusat, dan ia juga berusaha menerapkannya di sini.

Manajemen Punya Pandangan Pelatih Lain, Peluang Milan Petrovic Dipertahankan di Arema FC Makin Kecil

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved