Kejati Jatim Masih Siapkan Administrasi Untuk Eksekusi Eks Ketua DPRD Surabaya

Saat ditanya terkait eksekusi (penangkapan) Wisnu Wardhana, Richard Marpaung mengatakan belum sampai hal tersebut.

Kejati Jatim Masih Siapkan Administrasi Untuk Eksekusi Eks Ketua DPRD Surabaya
Antara/M Risyal Hidayat
Mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014 Wisnu Wardhana (tengah) dikawal petugas menuju mobil tahanan di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (6/10). Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyalahgunaan penjualan aset PT PWU (Panca Wira Usaha) tahun 2000-2010. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kasipenkum Kejati Jatim), Richard Marpaung membenarkan terkait amar yang beredar lingkungan awak media menyebutkan, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman pidana enam tahun penjara kepada mantan Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019, Wisnu Wardhana.

Sebab, Wisnu dianggap bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi serta membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara hingga memberikan hukuman tambahan yaitu membayar uang pengganti senilai Rp 1.566.150.733.

Namun, saat ditanya terkait eksekusi (penangkapan) Wisnu, Richard mengatakan belum sampai hal tersebut.

Kejaksaan Benarkan Ada Putusan Kasasi Terhadap Eks Ketua DPRD Surabaya

Menurutnya, pihak kejaksaan masih mempersiapkan beragam proses administrasi untuk mengeksekusi Wisnu.

"Telah dibuat, persiapan administrasi untuk eksekusinya," kata Richard saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Sabtu (8/12/2018).

Richard menegaskan, hingga saat ini kejaksaan masih belum melakukan eksekusi terhadap Wisnu.

"Hingga saat ini, belum dilakukan eksekusi," sambungnya.

Data yang dihimpun TribunJatim.com di lapangan menyebutkan, ada potongan amar Mahkamah Agung (MA) atas kasasi kejaksaan.

Di dalam kasus tersebut, di tingkat Pengadilan Tipikor Surabaya, pada April 2017 lalu, Wisnu dihukum tiga tahun penjara serta denda Rp 200 juta dan uang pengganti sebesar Rp 1,5 miliar.

Berkas Dugaan Pencemaran Nama Baik oleh Ahmad Dhani Dilimpahkan, Kejati Perlu 14 Hari untuk Teliti

Namun, lantaran tak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor, Wisnu mengajukan banding pada Pengadilan Tinggi Jatim dan divonis satu tahun penjara saja.

Atas putusan PT tersebut, kejaksaan lantas mengajukan upaya kasasi ke MA.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Wisnu Wardhana diduga terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan, milik PT. Panca Wira Usaha (PWU) Jatim yang merupakan milik BUMD, di Tulungagung dan Kediri pada 2013 lalu.

Ketika proses pelepasan dua aset tersebut, Wisnu tengah menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU.

Tak hanya Wisnu, dua orang swasta juga turut divonis bersalah terkait kasus pelepasan dua aset milik PT PWU ini yang diduga merugikan negara mencapai Rp 11 miliar.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved