Ada Perlintasan Ilegal Yang Dibuka Paksa Masyarakat, PT KAI Daops 7 Madiun Lakukan Pendekatan

Angka kecelakaan kereta api di wilayah Daerah Operasional (Daops) 7 Madiun mengalami penurunan.

Ada Perlintasan Ilegal Yang Dibuka Paksa Masyarakat, PT KAI Daops 7 Madiun Lakukan Pendekatan
TRIBUNJATIM.COM/IST
PT KAI Daop 8 bongkar dan tutup perlintasan liar antara Babat-Baureno, 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Angka kecelakaan kereta api di wilayah Daerah Operasional (Daops) 7 Madiun mengalami penurunan.

Tahun 2017 terjadi kecelakaan kereta api sebanyak 94 kejadian. Sementara hingga pertengahan Desember 2018, terjadi 61 kecelakaan.

“Ini salah satu dampak dari penutupan jalan-jalan tikus yang melintasi rel kereta api. Juga pemasangan EWS (early warning system),” ujar Endra Mora Harahap, Senior Manager Pengamanan PT KAI Daops 7 Madiun, Selasa (18/12/2018).

Endra berharap, angka kecelakaan semakin bisa ditekan dari tahun ke tahun.

Salah satu jalur yang rawan kecelakaan adalah Talun (Blitar) hingga ke Kediri.

Sebab jalur yang paling padat penduduk, dibanding jalur lain di wilayah Daops 7.

Kepergok Bawa Sabu-sabu 3 KG, Pria Kediri Diamankan Polda Jatim

Wahana Stasiun Angker 1980 Hadir di Royal Plaza Surabaya, Tiket Mulai Rp 15 Ribuan, Berani Masuk?

BREAKING NEWS: Jose Mourinho Didepak dari Manchester United

Karena itu PT KAI Daops 7 Madiun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar perlintasan.

“Kami menggandeng Pemda, Camat sampai Kepala Desa untuk melakukan sosialisasi. Tujuannya meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya keselamatan perjalanan kereta api,” tegas Endra kepada TribunJatim.com.

Sejauh ini ada 46 perlintasan ilegal yang telah ditutup, dari Talun hingga Kediri.

Namun rendahnya kesadaran masyarakat, beberapa perlintasan yang ditutup dibuka secara paksa kembali.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved