Polres Bojonegoro Memusnahkan Ribuan Liter Minuman Keras, Dua Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Rinciannya, minuman keras jenis arak ada sebanyak 1607 liter dan toak 794 liter.

Polres Bojonegoro Memusnahkan Ribuan Liter Minuman Keras, Dua Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Kepolisian Polres Bojonegoro bersama pemuka agama dan sejumlah instansi memusnahkan ribuan liter miras 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Kepolisian Polres Bojonegoro mengamankan ribuan liter minuman keras (miras) beralkohol, hasil operasi cipta kondisi (cipkon) selama beberapa pekan terakhir.

Tak hanya itu, dua orang juga turut ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti sebagai penjual minuman yang membahayakan nyawa tersebut.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, petugas telah mengamankan 2401 liter minuman keras.

Rinciannya, minuman keras jenis arak ada sebanyak 1607 liter dan toak 794 liter.

Komplotan Curanmor Yang Beraksi Belasan Kali di Bojonegoro, Dibekuk Polisi di Blora

Minuman keras tersebut selanjutnya dimusnahkan dipecah botolnya, lalu dibuang pada drum yang sudah disediakan, dengan melibatkan tokoh agama, perwakilan Kodim, dan beberapa perwakilan instansi lainnya.

"Ribuan liter minuman keras kita musnahkan, kita ajak pemuka agama juga," Ujar Ary Fadli kepada wartawan saat ungkap kasus di kawasan Alun-alun setempat, Jumat (21/12/2018).

Dia menjelaskan, selain memusnahkan minuman keras, dua orang juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini.

Sebab, menurut pria berpangkat dua melati di pundak itu, minuman keras arak sangat membahayakan bagi peminumnya. Sehingga, tidak main-main dalam penegakan hukumnya.

Hujan Deras Disusul Angin Kencang, Tiga Atap Gedung SD di Bojonegoro Ini Ambruk

Petugas menahan Kasiyadi (58), warga Desa Teratai, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro, dan Kasminah (53), warga Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Tuban.

"Dua orang ini sebagai penjual, sudah kita tahan untuk menjalani proses hukum," Pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka bisa dikenakan UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, atau pasal 204 KUHP tentang memperjualbelikan makanan yang menyebabkan kematian, ancaman hukuman bisa sampai seumur hidup.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved