80 Persen Pecandu Narkoba di Tulungagung Dari Kalangan Pelajar

Terjadi peralihan pilihan narkoba yang dikonsumsi di kalangan pecandu Tulungagung, dari pil dobel L menjadi sabu-sabu.

80 Persen Pecandu Narkoba di Tulungagung Dari Kalangan Pelajar
Today Online
Ilustrasi penangkapan 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Terjadi peralihan pilihan narkoba yang dikonsumsi di kalangan pecandu Tulungagung, dari pil dobel L menjadi sabu-sabu.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo.

"Akibatnya kasus sabu-sabu juga meningkat, dan tingkat konsumsi sabu-sabu di Tulungagung juga meningkat," ungkap AKBP Djoko Purnomo kepada TribunJatim.com, Rabu (26/12/2018).

Peralihan jenis narkoba yang dikonsumsi tidak lepas dari perubahan usia pecandu.

Mayoritas pecandu selama ini adalah pelajar SMA dan SM, yang mencapai 80 persen.

Sisanya adalah kalangan orang dewasa, dari berbagai profesi.

PAN Sebut Tak Ada Hubungkan Pengunduran Diri Bendahara Umum PAN dengan Dorongan Mundur Amien Rais

Inilah Sosok yang Temukan Jenazah Dylan Sahara Pertama Kali, Sejajar dengan Panggung Seventeen

Karena Cuaca Buruk, Jalur Pendakian Semeru Akan Ditutup Pada Januari-April 2019

"Rinciannya untuk siswa SMP mencapai 70 persen, mereka biasa mengonsumsi pil dobel L. Kemudian Sekolah Lanjutan Atas 10 persen, mereka sudah mulai kenal sabu," tambah Djoko kepada TribunJatim.com.

Namun jumlah pecandu yang direhabilitasi tahun 2018 turun dibanding tahun 2017, dari 120 orang menjadi 76 orang.

Namun dua di antara mereka dirujuk ke Rumh Sakit Jiwa (RSJ) karena kondisinya sangat parah.

"Satu dari yang dibawa ke RSJ itu masih anak-anak, satu lagi sudah dewasa," ungkap Djoko.

Dari 120 pecandu yang direhabilitasi tahun 2017, semuanya dari kalangan pelajar.

Mereka terdiri dari 104 siswa SMP dan 15 siswa SMA/SMK.

Untuk menakan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, BNNK telah bekerja sama dengan sekolah-sekolah.

Setiap guru yang hendak mengajar, diharapkan menyampaikan bahaya narkoba selama lima menit.

"Program ini sudah mulai berjalan tahun 2017 kemarin," pungkas Djoko. (David Yohanes/TribunJatim.com).

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved