Sebelum Disumpah, 21 Pejabat Fungsional yang Dilantik Diminta Berwudhu oleh Bupati Madiun

Sebanyak 21 tenaga fungsional di lingkup Pemerintah Kabupaten Madiun, dilantik Bupati Madiun, Ahmad Dawami, Rabu (26/12/2018) pagi.

Sebelum Disumpah, 21 Pejabat Fungsional yang Dilantik Diminta Berwudhu oleh Bupati Madiun
(Sumber foto : Humas Pemkab Madiun)
Sebanyak 21 tenaga fungsional di lingkup Pemerintah Kabupaten Madiun, diminta berwudhu sebelum disumpah dan dilantik Bupati Madiun, Ahmad Dawami, Rabu (26/12/2018) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sebanyak 21 tenaga fungsional di lingkup Pemerintah Kabupaten Madiun, dilantik Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, Rabu (26/12/2018) pagi.

Pada acara pelantikan itu, bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro yang akrab disapa Kaji Mbing, membacakan sumpah kepada pejabat fungsional yang akan dilantik.

Namun, sebelum pembacaan sumpah, Kaji Mbing meminta pejabat fungsional beragama Islam yang akan dilantik untuk wudhu. Sebelumnya, sebulan yang lalu atau tepatnya pada Jumat, (16/11/ 2018) lalu, Kaji Mbing juga 256 pejabat fungsional.

Pada saat itu, Ahmad Dawami Ragil Saputro juga meminta para pejabat fungsional yang akan dilantik untuk berwudhu terlebih dahulu, sebelum dia membacakan sumpah dan janji jabatan.

Menurutnya, pengambilan sumpah adalah momen yang sakral, sehingga baik yang membacakan sumpah atau yang disumpah harus dalam kondisi suci, dengan cara wudhu.

PWNU Jatim Dialog Soal Situasi Suku Uighur di Xinjiang, Tiongkok Bersama Konsul Jendral Tiongkok

Adi Nugroho : Pilpres Adu Visi dan Misi, Bukan Adu Klenik, La Nyalla Dukung Khofifah Menang Kok!

"Kadang kala orang lupa meski sudah disumpah. Sumpah itu mudah diucapkan, tetapi kadang susah diterapkan. Saya yakin, jika mereka sudah wudhu, mereka nggak akan lupa dengan sumpah mereka. Sumpah ini akan menjadi bagian rambu-rambu, jadi supaya mereka ingat, bahwa mereka sudah bersumpah," kata Kaji Mbing saat ditemui usai acara pelantikan kepada TribunJatim.com.

Beliau berharap, para pejabat fungsional memaknainya dengan positif, karena sejak awal mereka disumpah untuk mengabdi di Pemkab Madiun untuk melayani masyarakat.

Dia menuturkan, jangan sampai keahlian dan kepandaian menumbuhkan rasa egois berlebihan.

Dia juga mengatakan, di Pemkab Madiun seluruh dinas tidak dapat berdiri sendiri, semuanya harus bekerjasama untuk mewujudkan visi misi yang sama.

Begitu juga dengan pejabat fungsional yang dilantik pada hari itu, harus mampu bekerjasama dan menjadi tim yang baik.

"Kita perbaiki servis dan komitmen, karena kita adalah pelayanan masyarakat. Pejabat fungsional merupakan ujung tombak dalam reformasi birokrasi, artinya harus ada niat bahwa kita sebagai pelayanan masyarakat, bukan untuk dilayani tapi untuk melayani," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Dalam pelantikan tersebut, turut hadir, Wakil Bupati Hari Wuryanto, Sekda Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto, serta sejumlah kepala OPD. (rbp/TribunJatim.com).

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved