Kostrad Para Rider 501 Bajra Yudha Madiun Juarai Lomba Gerak Jalan Pleton Beranting

Batalyon Infanteri Para Raider 501 , kembali menorehkan prestasi. Kali ini, Yonif Para Raider 501/BY berhasil menjuarai lomba gerak jalan Pleton Bera

Kostrad Para Rider 501 Bajra Yudha Madiun Juarai Lomba Gerak Jalan Pleton Beranting
(Surya/Rahadian bagus)
Komandan Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha, Letnan Kolonel Infanteri, Eko Antoni Chandra Lestianto, merayakan kemenangan bersama anggotanya. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Batalyon Infanteri Para Raider 501 Madiun, kembali menorehkan prestasi. Kali ini, Yonif Para Raider 501/BY berhasil menjuarai lomba gerak jalan Pleton Beranting Yudha Wastu Pramukha Jaya yang diselenggarakan pada 16 hingga 19 Desember 2018, lalu. Lomba ini diikuti 10 Batalyon Infanteri di wilayah Kodam V Brawijaya.

Para peserta harus menempuh jarak 200 km dengan rute Nganjuk hingga Malang dan dibagi dalam 10 etape perjalanan. Event perlombaan ini merupakan event tahunan yang sangat bergengsi di kalangan prajurit, baik jajaran kodam V brawijaya dan Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Komandan Yonif Para Raider 501/Bajra Yudha, Letnan Kolonel Infanteri, Eko Antoni Chandra Lestianto, mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih anak buahnya. Yonif Para Raider 501/BY berhasil menyabet juara 1 dan berhak membawa pulang piala bergilir yang merupakan kebanggaan prajurit di wilayah Kodam V Brawijaya.

"Tentu saya sangat bangga sekali, dan sangat mendukung. Semuanya yang berjuang mereka semua," kata Letnan Kolonel Infanteri, Eko Antoni Chandra Lestianto, saat ditemui usai acara senam bersama Forkopimda di lapangan markas Batalyon Infanteri Para Raider 501 kepada TribunJatim.com.

Dia menuturkan, piala bergilir Pleton Yudha Wastu Pramuka Jaya diserahkan pada saat acara puncak peringatan Hari Infanteri Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, oleh Mayjen TNI Marga Taufiq, minggu lalu. Piala bergilir Pleton Yudha wastu Pramuka Jaya yang kini berada di Markas Yonif Para Raider 501/BY menjadi tanda bahwa Yonif Para Raider 501/BY menjadi batalyon infanteri yang terbaik dalam event tersebut pada tahun 2018.

Mengenang Dylan Sahara, Sang Istri Ifan Seventeen yang Jago Masak dan Sempat Bisnis Ayam Bakar

Ashanty Tertampar dengan Kalimat Menohok Arsy, Saking Nggak Bisa Lepas dari Handphone!

Hotman Paris Sebut Ia Setia Meski Nakal Dikit di Ultah Pernikahan, Ekspresi Istri Langsung Berubah

Untuk diketahui, Gerak Jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramukha Jaya, adalah suatu tradisi yang dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Infanteri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan dan menghadirkan kembali perjalanan gerilya Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, yang juga merupakan Bapak TNI.

Peringatan Hari Infanteri diselenggarakan setiap 19 Desember. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukan nilai-nilai kejuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa agar diresapi, dihayati dan diamalkan pada setiap diri prajurit, baik dalam pola piker, pola tindak maupun prilaku, sehingga warisan nilai yang ada akan dapat terjaga sampai kapanpun.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Mengetahui Belanda melancarkan Agresi Militer II, maka Panglima Besar Jenderal Soedirman pada pukul 08,00 WIB segera mengeluarkan perintah kilat No 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1948 (oleh Soepardjo Rustam teks Perintah Kilat tersebut diberikan kepada Utoyo Kolopaking agar disiarkan secara luas melalui RRI Yogya) yang ditunjukan kepada Angkatan Perang RI untuk melawan musuh dengan melaksanakan Gerilya.

Dengan Keputusan Panglima Besar Jenderal Soedirman mengeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember 1978 maka satuan-satuan Angkatan Perang yang di dukung masyarakat melaksanakan Perang Gerilya di seluruh daerah, karena Persenjataan dan Perlengkapan yang sangat terbatas dan seadanya tidak ada jalan lain kecuali menggunakan cara-cara Infanteri dalam menghadapi Tentara Belanda sehingga setiap Pertempuran dapat dimenangkan.

Dari peristiwa bersejarah dikeluarkannya Perintah Kilat No 1/PB/D/48 tanggal 19 Desember yang secara nyata telah memberikan bukti kepada dunia akan keberadaan Tentara Nasional Indonesia masih tetap Eksis serta memaksa Belanda untuk mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai Hari Infanteri dan diperingati setiap tahun. (rbp/TribunJatim.com).

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved