Muncikari dari Bojonegoro Ini Tawarkan PSK Kencan Short Time Seharga Rp 700 Ribu, Digerebek Polisi

Muncikari dari Bojonegoro Ini Tawarkan PSK Kencan Short Time Seharga Rp 700 Ribu, Digerebek Polisi di Hotel.

Muncikari dari Bojonegoro Ini Tawarkan PSK Kencan Short Time Seharga Rp 700 Ribu, Digerebek Polisi
surya/m sudarsono
Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli menunjukkan foto sejumlah perempuan diduga PSK saat ungkap kasus prostitusi online di wilayah setempat. 

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Petugas Kepolisian Satreskrim Polres Bojonegoro membekuk pelaku muncikari pekerja seks komersial (PSK) online, di wilayah hukum setempat.

Pelaku tak lain adalah Yuliatin (46), warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, pelaku sebagai muncikari ini dalam menjalankan bisnis haramnya menawarkan jasa prostitusi kepada pria hidung belang.

Dua Bangunan di Bojonegoro Terbakar dalam Semalam, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Setidaknya belasan wanita itu dijajakan melalui akun media Sosial WhatsApp, untuk ditawarkan kepada para pria.

"Pelaku ini ditangkap tadi malam di wilayah Cepu dengan barang bukti yang ada," Ujar AKBP Ary Fadli di Mapolres saat ungkap kasus, Selasa, (8/1/2019).

Dia menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari temuan polisi adanya transaksi prostitusi melalui online.

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon di Jalan Kota Bojonegoro Tumbang

Petugas lalu melakukan penyelidikan, dan mengetahui Yulianti ini sedang menawarkan seorang wanita yang diduga PSK, YN (32) kepada seorang pria, BG.

Setelah disepakati dengan harga Rp 700 ribu untuk kencan short time, pelaku membuat janji dengan pria hidung belang di sebuah hotel di jalan Veteran.

Lalu anggota Satreskrim Polres Bojonegoro langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penggerebekan.

"Perempuan berinisial YN ditawarkan kepada seseorang pria berinisial BG, tersangka mendapatkan jasa sebesar Rp 200-400 ribu setiap transaksi atau 30 persen," terang Kapolres Bojonegoro.

Dari hasil penyidikan sementara, bahwa pelaku mematok tarif mulai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

Tersangka diketahui sudah 10 kali melakukan transaksi dengan pria hidung belang, dari berbagai wilayah.

Rata-rata perempuan yang ditawarkan adalah penyanyi kafe.

Kasus ini juga masih dalami petugas, bagaimana sebenarnya bisnis ini berjalan.

"Tersangka dikenakan pasal nomor 12 UU nomor 21 tahun 2017 tentang perdagangan orang, dan juga UU ITE no 11 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," katanya.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved