Bupati Sambari Akan Resmikan Alun-alun Bersamaan dengan HUT Gresik, Motor Dilarang Lewat

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto akan segera meresmikan Alun-alun Gresik pada Maret 2019. Jadwalnya akan bersamaan dengan hari ulang tahun Gresik

Bupati Sambari Akan Resmikan Alun-alun Bersamaan dengan HUT Gresik, Motor Dilarang Lewat
Istimewa
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat meninjau proyek Alun-alun Gresik, Rabu (7/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto akan segera meresmikan Alun-alun Gresik pada Maret 2019. Jadwalnya akan bersamaan dengan hari ulang tahun Kabupaten Gresik.

“Insyaallah Alun-alun Gresik segera kita resmikan. Peresmiannya kami rencanakan pada Maret 2019. Saat hari ulang tahun kota Gresik,” kata Sambari di rapat koordinasi Pejabat Pemkab Gresik, Selasa (8/1/2019).

Rapat yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja diikuti para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Pejabat di pemkab Gresik dari eselon II, III dan IV.

Sambari mengatakan, setelah Alun-alun kota Gresik ini diresmikan, dia berencana mengembangkan wisata Kawasan religi di jalan sekitar alun-alun.

(Lirik lagu %% (Eung Eung) Apink & Terjemahannya, Single di Album Terbaru Percent yang Baru Dirilis)

(Ayo Belanja ke Pasar Atom Surabaya, Rebut Kesempatan Bawa Pulang Honda Brio)

Untuk merealisasikan hal itu, rencananya Pemkab Gresik akan melokalisir Jalan Pahlawan dan sekitarnya pada hari Sabtu dan Minggu untuk tidak dilewati kendaraan bermotor.

“Kita larang kendaraan bermotor untuk melintasi jalan sekitar alun-alun tersebut, karena jalan tersebut akan kita tetapkan sebagai Kawasan wisata religi. Kami sudah menyiapkan paket kuliner dengan beberapa rombong untuk PKL. Skala prioritas mereka para pedagang adalah kaum dhuafa dan yang betul-betul membutuhkan,” imbuhnya.

Terkait molornya pembangunan Alun-alun kota Gresik, Sambari meminta kepada Dinas terkait untuk bertindak tegas dengan menindaklanjuti pengenaan denda kepada para pelaksana pembangunan proyek tersebut.

“Denda terkait molornya pembangunan alun-alun tetap kita jalankan. Denda itu juga akan kami kenakan kepada pembangunan proyek lain yang juga mengalami kemunduran waktu," katanya.

(Mau Buat Teh Fermentasi Bakteri Scoby ala Koperasi Senandung Sejuk Sidoarjo? Begini Caranya)

(Mengenal Kombucha, Minuman Teh Fermentasi Produksi Koperasi Senandung Sejuk Sidoarjo)

Sambari juga menyebutkan beberapa proyek lain yang pembangunannya mengalami perpanjangan waktu.

Di antaranya, pembangunan box culvert Jl Wahidin Sudirohusodo, pembangunan Jl Kepatihan Menganti, pembangunan Puskesmas Dukun, pembangunan Jl KH Syafii Manyar dan pembangunan Jalan di Prupuh Panceng.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gresik Moh Syafi AM mengatakan bahwa proyek yang molor betul-betul harus membayar denda.

Sehingga kontraktor tidak seenaknya menyelesaikan proyek yang sudah dilakukan kontrak dengan Pemkab Gresik.

"Pembayaran denda terhadap kontraktor harus tegas, sehingga bisa menghemat anggaran dan memberikan peringatan terhadap kontraktor," kata Syafi AM yang juga anggota Fraksi PKB.

Reporter: Surya/Sugiyono.

(Video Ringgo Agus Jadi Driver Ojek Online Viral, Begini Klarifikasi & Cerita Suami Sabai Dieter)

(Ustaz Yusuf Mansur Jenguk Ustaz Arifin Ilham, Tak Kuasa Tahan Tangis & Terus Genggam Tangan Sahabat)

Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved