Rumah Politik Jatim

Terkait Berita Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Inilah Sikap Tegas La Nyalla

Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti yang juga Founder La Nyalla Academia, serta penggagas Rumah Rakyat Jokowi Jawa Timur, angkat bicara tentang

Terkait Berita Hoax 7 Kontainer Surat Suara, Inilah Sikap Tegas La Nyalla
istimewa
Presiden Joko Widodo dan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattalitti yang juga Founder La Nyalla Academia, serta penggagas Rumah Rakyat Jokowi Jawa Timur, angkat bicara tentang semakin maraknya berita Hoax jelang Pilpres 2019.

 La Nyalla sangat geram, apalagi beredarnya audio yang mendiskreditkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang seakan akan bertindak curang, dengan melemparkan isu berita bohong (Hoax) soal 7 kontainer berisi Surat Suara sudah dicoblos.

"Penyebar berita bohong (Hoax) tidak bisa dibiarkan karena mengancam demokrasi. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat memicu keributan yang bisa mengarah kepada disintegrasi bangsa," ujar La Nyalla.

Penyebaran berita hoaks sudah menjadi problem nasional, sangat mengganggu hubungan kebersamaan NKRI, Kebhinekaan juga menjadi terganggu.

Untuk itu La Nyalla mengintruksikan kepada seluruh kadernya untuk siap melawan ketidak beresan dengan semakin maraknya berita hoax jelang pilpres 2019 ini.

La Nyalla  ini  sudah menyiapkan team cyber dan advokasi anti hoax.

Muzdalifah Belanja ke Pasar Ditemani Fadel Islami Sang Berondong, Gaya Sederhananya Jadi Sorotan

Billy Syahputra Sebut Ayahnya Tak Kenal Sosmed, Sang Ayah Sindir: Boro-boro, Gram-graman Aja Gak Ada

Dosen Psikologi Unair Surabaya: Prostitusi adalah Kejahatan atau Pelanggaran yang Abu-abu

Mayoritas Wanita di Jawa Timur Pilih Jokowi-Maruf Versi Survei SSC, PDIP: Bukti Emak-Emak Mencintai

La Nyalla juga meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Timur khususnya pengguna internet atau yang biasa disebut netizen agar berhati hati dalam menshare berita, baik itu berupa link dari portal berita, video maupun audio.

"Jika ada berita yg menjurus ke arah kriminal jangan langsung di viralkan, segera lapor polisi jangan malah koar koar di medsos nanti anda akan dikenakan pidana atas pelanggaran Undang-Undang No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, (ITE)," jelasnya.

La Nyalla mengingatkan, agar warganet bijak dalam menggunakan android serta gadgetnya. Jangan sampai ingin terlihat up to date malah menyeret diri ke penjara.

Jadikan media sosial sebagai ajang edukasi bukan alat untuk menyebar hoax, tutupnya.

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved