Terluka, Ikan Lumba-lumba Terdampar di Pantai Serang Blitar

- Warga Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, yang tinggal di tepi Pantai Serang, Selasa (8/2) sore kemarin, digegerkan

Terluka, Ikan Lumba-lumba Terdampar di Pantai Serang Blitar
Imam Taufiq/surya
Ikan Lumba-lumba terdampar di tepi Pantai Serang Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, Selasa (8/1/2019) sore kemarin 

 TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Warga Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, yang tinggal di tepi Pantai Serang, Selasa (8/1/2019) sore kemarin, digegerkan dengan keberadaan ikan Lumba-lumba. Sebab, ikan sepanjang 180 cm itu terdampar di tepi pantai Blitar selatan.

Bahkan, tak sekali. Sebab, sudah berkali-kali dikembalikan ke tengah pantai oleh para nelayan, namun tak berselang lama, ikan itu terlihat menepi kembali. Baru diketahui mati, itu sekitar Selasa malam atau sekitar pukul 20.00 WIB. Itu diketahui pertama kali oleh Sukidi (58), nelayan asal desa setempat.

Menurut Handoko, Kades Serang, menuturkan, baru kali ini ada kejadian seperti itu, sehingga membuat heran. Sebab, ada ikan sebesar itu kok selalu kepingin menepi, meski sudah berkali-kali dibawa ke tengah.

"Pertama kali diketahui ada ikan Lumba-lumba, terdampar di tepi pantai itu, Selasa siang. Itu ditemukan di tepat searah dengan pintu masuk wisata Pantai Serang," kata Handoko.

Saat ditemukan itu, kondisinya sepertinya agak lemas karena tak banyak bergerak meski berkali-kali disapu ombak. Padahal, ikan jenis itu cukup kesit.

Intai Selama Sepekan, Satpol PP Lamongan Gerebek Enam PSK Saat Warung Makan Baru Dibuka

Vanessa Angel di Mata Mayang Sang Adik yang Mengaku Sempat Syok, Beri Dukungan dan Doa

Alasan Warga Tuban Tolak Pembangunan Kilang Minyak Pertamina Rosneft, di Antaranya Trauma Orba

"Saat diketahui pertama kali itu, oleh nelayan dibawa ke tengah (atau berjarak sekitar 200 meter dari tepi pantai)," ungkapnya.

Namun, yang mengejutkan warga, selang 10 menit kemudian, ikan Lumba-lumba jenis Dolphinus itu kembali menepi bersama dengan ombak.

Dan, lokasi menepinya tepat berada di tempat yang sama. Selanjutnya, oleh nelayan dibawa ke tengah lagi, namun tak lama berselang, terlihat menepi lagi.

"Itu dilakukan sampai lima kali, dengan diseret pakai perahu. Namun anehnya, selalu kembali, hingga membuat warga penasaran dan agak ketakutan," paparnya.

Karena sudah lima kali terus menepi, warga berinisiatif untuk membuat kolam buatan dari karet yang biasa dipakai buat menampung ikan hasil tangkapannya. Itu dibuatkan sekitar pukul 17.00 WIB.

"Bersamaan membuatkan tampungan dari karet, warga menungguinya di tepi pantai. Bahkan, juga didatangkan dokter hewan, untuk mengetahui penyebab, apakah karena sakit atau ada penyebab lain," ujarnya.

Tepat pukul 20.00 WIB, ikan itu muncul kembali, di tepi pantai. Belum sempat dibawa ke kolam karet itu, ikan itu terlihat sudah lemas, sehingga langsung dinaikkan ke darat oleh warga.

Ternyata, ikan itu sudah mati, dengan kondisi banyak luka di tubuhnya. Bahkan, ada sekitar 180 titik lukanya. Dugaannya, luka itu disebabkan kalau bukan karena diserang ikan lainnya, juga bisa jadi karena terbentur karang.

"Mungkin karena nggak sehat sehingga dihembas ombak dan menabrak apa saja. Bisa jadi, terkena benturan bebatuan atau diserang ikan buas lainnya," pungkas Handoko.Baru Rabu (9/2) pagi, ikan dengan berat 50 kg itu dikuburkan di tepi pantai, setelah dibuatkan berita acara atas kejadian tersebut.(fiq/TribunJatim.com).

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved