Alasan Warga Tuban Tolak Pembangunan Kilang Minyak Pertamina Rosneft, di Antaranya Trauma Orba

Pemindahan lokasi tersebut karena warga masih alot melepas tanahnya untuk pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft.

Alasan Warga Tuban Tolak Pembangunan Kilang Minyak Pertamina Rosneft, di Antaranya Trauma Orba
SURYA/M SUDARSONO
Perwakilan Pemprov Jatim mensosialisasikan perencanaan pengalihan lahan kilang minyak Pertamina-Rosneft di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (9/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pihak Pertamina didampingi Pemkab Tuban dan Pemprov Jatim telah melakukan sosialisasi opsi pemindahan pembangunan kilang minyak, dari lokasi awal di Desa Remen dan Mentoso menjadi di Desa Wadung, Sumurgeneng, Kaliuntu dan Rawasan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Pemindahan lokasi tersebut karena warga masih alot melepas tanahnya untuk pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft.

Namun, di lokasi pembangunan baru ini, perusahaan berplat merah juga masih mendapat penolakan keras dari warga.

Alasannya bermacam-macam, di antaranya trauma orde baru yang masih menyelimuti.

Opsi Pindah Tempat, Kilang Pertamina-Rosneft Kembali Mendapat Penolakan Warga Tuban

Disampaikan Kades Wadung, Sasmito, kebanyakan perusahaan besar yang dibangun di desa tidak banyak memberikan dampak positif.

Selain itu, lahan produktif pertanian warga juga nantinya banyak yang berkurang ketika perusahaan berdiri.

"Kebanyakan saat perusahaan berdiri yang ada polusi dan lahan produktif warga berkurang, itu alasan kenapa warga menolak," ujarnya, Rabu (9/1/2019).

Bahkan Sasmito menambahkan, jika warga juga sudah trauma atas kejadian tahun 1986, saat berlangsungnya masa orde baru.

Pada masa kepemimpinan Soeharto, kata Sasmito, Desa Wadung kehilangan satu Dusun yaitu Mblarak, karena lahan seluas sekitar 226 hektar dirampas untuk suatu kebutuhan, namun secara administrasi pembayaran diselesaikan.

Lahan Warga Remen dan Mentoso Alot Dilepas Untuk Kilang Minyak, Pertamina Opsikan Pindah Lokasi

Biasanya perusahaan besar juga menjadikan warga sekitar hanya sebagai tenaga kasar, sedangkan untuk operator dan lain-lain diisi orang luar.

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Ani Susanti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved