Rektor ITS Berencana Membangun Science Techno Park (STP)

Rektor Terpilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Mochammad Ashari mengatakan, ITS akan membangun Science Techno Park (STP) sesuai

Rektor ITS Berencana Membangun Science Techno Park (STP)
Surya/samsul Arifin
Rektor terpilih ITS, Mochammad Ashari saat melayani awak media di Ruang konferensi pers Gedung Rektorat ITS, Jumat, (11/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rektor Terpilih Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Prof Dr Ir Mochamad Ashari mengatakan, ITS akan membangun Science Techno Park (STP) sesuai yang ditargetkan oleh Kemenristekdikti dan nawacita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Targetnya adalah 100 STP, dan saat ini ITS sudah berjalan membangun STP tersebut dan akan lebih diintensifkan di lima tahun ke depan nantinya.

Untuk mendorong mahasiswa agar dapat menghasilkan inovasi tersebut, pria asal Sidoarjo ini mengatakan, kurikulum nantinya juga akan disesuaikan.

Terlebih saat ini semua universitas di Indonesia sedang menghadapi para mahasiswa generasi milenial, dan tantangan baru di era revolusi Industri 4.0.

Di mana kebutuhan sumber daya manusia di bidang industri saat ini lebih mencari dan mengutamakan orang-orang yang inovatif, dan ITS ingin mendorong mahasiswan

Rektor Baru ITS Prof Mochamad Ashari Punya Rencana Strategis

ya ke arah tersebut.

Sorotan lainnya adalah fasilitas yang ada di ITS akan terus ditingkatkan, kemudian SDM termasuk dosen dan karyawan atau tenaga kependidikan (tendik) juga akan ditingkatkan.

Jadi fokusnya ada tiga di bidang pengembangan pendidikan di ITS, yakni ada SDM baik mahasiswa, dosen dan karyawan, kemudian kurikulum yang sesuai, dan fasilitas yang baik.

“Itu yang kita (ITS, red) sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Masyarakat Telekomunikasi tersebut, Jumat, (11/1/2019).

Mantan Rektor Universitas Telkom tersebut juga mengatakan, akan menerapkan pengalamannya dalam mengelola Universitas Telkom selama lima tahun, untuk mengelola ITS yang saat ini statusnya PTN-BH yang diberi otonomi di beberapa bidang.

Di antaranya di bidang keuangan, akademik, dan pengelolaan SDM, yang mana keleluasaannya atas otonomi tersebut hampir sama dengan otonomi yang ada di kampus swasta di mana ia menjabat sebelumnya.

Raffi Ahmad Traktir Farewell Dinner Para Artis di Jepang Sampai Rp 40 Juta, Nagita Slavina: Murah

Daftar 6 Artis yang Dipanggil Polda Jatim Terkait Kasus Prostitusi, Ada 2 Finalis Puteri Indonesia

 

Selanjutnya, ia juga ingin ke depan, ITS ikut terjun dalam bidang pertambangan di Indonesia, yang menurutnya selama ini belum mendapat perhatian lebih.

“Kita (ITS, red) punya SDM yang kompeten di bidang pertambangan tersebut, ada jurusan teknik geofisika dan teknik geomatika yang dapat memberikan sumbangsih teknologi dan inovasi di bidang ini,” ujar doktor lulusan Curtin University Australia tersebut.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved