Diprotes Pemerhati Cagar Budaya Soal Pengecatan di Jalan Panggung, Pemkot Surabaya Ogah Disalahkan

- Kawasan Jalan Panggung, Jalan Karet, Jalan Kembang Jepun Surabaya bakal berubah wujud dalam beberapa bulan ke depan.

Diprotes Pemerhati Cagar Budaya Soal Pengecatan di Jalan Panggung,  Pemkot Surabaya Ogah Disalahkan
Istimewa
OBYEK WISATA BARU - Sejumlah bangunan cagar budaya disepanjang Jl. Panggung ini akan di make over dengan menggunakan cat dari INDANA 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kawasan Jalan Panggung, Jalan Karet, Jalan Kembang Jepun Surabaya bakal berubah wujud dalam beberapa bulan ke depan.

Pemerintah Kota Surabaya tengah berupaya menata kawasan ini menjadi kawasan Kota Tua yang cantik dan memiliki daya tarik bagi wisatawan.

Salah satu yang sudah tampak bersolek adalah kawasan Jalan Panggung. Sebanyak 104 bangunan di sana sudah sebagian dicat warna warni dengan warna-warna mencolok. Yang membuat kawasan ini menjadi lebih cerah, lebih semarah, dan ceria.

Namun nyatanya merubah kawasan tua tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan. Di tengah Jalan Panggung yang bersolek itu muncul sejumlah pro dan kontra.

Ada yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Pemkot Surabaya terlalu tergesa-gesa dan tanpa konsep.

"Harusnya revitalisasi jangan diterjemakan serampangan. Pemkot lebih serius dan sabar sedikit, deh. Ikuti kaidah pemugaran paling sederhana, Mendokumentasikan satu per satu, membuat mock up desain, berdiskusi dengan pemiliki rumah, pertimbangkan masukan pakar, dan eksekusi dengan pengawasan sungguh-sungguh," kata Kuncarsono, inisiator Komunitas Pegandring mengkritisi pengecatan di Jalan Panggung.

2 Pria Jombang Gasak Kabel Telepon 200 Meter dari Tiangnya, Pakai Baju Telkom IndiHome Saat Beraksi

Sentra Gakkumdu Jember Putuskan Bupati Jember Tidak Lakukan Pelanggaran Pemilu

Pengamat Politik: Gus Ipul Bisa Jadi Sosok Penentu Kemenangan Capres di Jatim

Nyatanya, ia menyaksikan sendiri, pola kerjanya tidak jauh dari kerja bakti kampung. Bukan satu rumah itu saja, ironisnya, pengecatan ala rumah pink itu dilabur ke bangunan era kolonial di Jalan Panggung dengan warna-warni bertabrakan ini.

Sementara itu Pemkot Surabaya mengaku memiliki alasan lain. Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi menolak disebut tanpa perencanaan.

"Itu yang meminta warna apa itu mereka, warga pemilik bangunan. Mereka bahkan mengecat sendiri juga. Yang jelas itu bukan bangunan Pemkot dimana Pemkot bisa memaksakan kehendak harus warna apa atau seperti apa," kata Eri.

Bagaimana titik temu revitalisasi kawasan Kota Tua di Jalan Panggung, Jalan Karet, dan Jalan Kembang Jepun,? Simak liputannya secara khusus dan komprehensif di Harian Surya edisi Senin (21/1/2019).
(Fatimatuz zahroh/TribunJatim.com).

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved