Rumah Politik Jatim

Sentra Gakkumdu Jember Putuskan Bupati Jember Tidak Lakukan Pelanggaran Pemilu

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Jember menyatakan tidak terpenuhinya unsur pelanggaran Pemilu dalam temuan dugaan pelanggaran Pemi

Sentra Gakkumdu Jember Putuskan Bupati Jember Tidak Lakukan Pelanggaran Pemilu
SURYA/SRI WAHYUNIK
Bupati Jember, Faida. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Jember menyatakan tidak terpenuhinya unsur pelanggaran Pemilu dalam temuan dugaan pelanggaran Pemilu yang melibatkan Bupati Jember Faida.

Hasil kajian ini disimpulkan bersama oleh anggota Sentra Gakkumdu Jember yang terdiri atas Bawaslu, Kejaksaan Negeri dan Polres Jember, Kamis (17/1/2019) malam.

"Di Gakkumdu ada kesimpulan bersama, bahwa temuan ini tidak memenuhi unsur kampanye jadi tidak memenuhi unsur pelanggaran Pemilu," kata Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka kepada Surya, Jumat (18/1/2019).

Thobrony mengakui dari hasil kajian Bawaslu Jember, menemukan dugaan pelanggaran pidana Pemilu. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 547 jo 282 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Karenanya, tim Bawaslu melakukan pengumpulan data dan pengkajian internal. Setelah menemukan indikasi adanya pelanggaran, temuan itu dibawa ke Sentra Gakkumdu Jember yang di dalamnya terdiri atas Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian.

Setelah ada pengkajian di Sentra Gakkumdu akhirnya disimpulkan, apa yang dilakukan oleh Bupati Jember Faida tidak termasuk dalam pelanggaran Pemilu. Parameter yang dipakai antara lain mengacu kepada Pasal 282 UU Pemilu tentang definisi kampanye.

Grand New Xenia Sudah Bisa Dipesan di Jawa Timur, Daihatsu Akan Kirim Unit 3 Bulan Mendatang

Pengamat Politik: Gus Ipul Bisa Jadi Sosok Penentu Kemenangan Capres di Jatim

5 Fakta Jelang Bebasnya Ahok, Banjir Undangan Jadi Pembicara di Luar Negeri hingga Kabar Pernikahan

"Dalam konteks kampanye, apa yang dilakukan bupati tidak termasuk dalam definisi kampanye," imbuh Thobrony kepada Tribunjatim.com.

Karena tidak memenuhi unsur pelanggaran Pemilu, maka perkara tersebut tidak bisa dilanjutkan ke tahapan selanjutnya.

Seperti diberitakan, Bawaslu menelusuri indikasi kampanye yang dilakukan Bupati Jember Faida saat Kongres Perangkat Desa di Pemkab Jember bulan Desember 2018. Indikasi kampanye itu terekam dalam sebuah video.

Di video itu, terekam Bupati Faida sedang berpidato, dan keluarlah pernyataan 'mencoblos' Abdul Rochim di hadapan ribuan perangkat desa yang hadir.

Pernyataan itu dilontarkan dalam nada guyonan. Rochim merupakan suami BUpati Faida yang saat ini mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Partai Nasdem untuk Dapil Jember - Lumajang.

Video tersebut diunggah ke sebuah media sosial. Bawaslu yang mengetahui informasi tersebut langsung menelusurinya. Sejumlah saksi, ahli, juga Bupati Faida dipanggil. Rabu (16/1/2019), Faida memenuhi undangan klarifikasi dari Bawaslu tersebut.

Sampai akhirnya, Sentra Gakkumdu Jember menyimpulkan kasus tersebut tidak memenuhi unsur pelanggaran Pemilu. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved