Tahun Baru Imlek

Kue Keranjang Punya Nilai dan Filosofi Kehidupan di Baliknya, Bermakna 'Penambal Langit Bocor'

Kue keranjang punya nilai dan filosofi kehidupan di baliknya, bermakna 'penambal langit bocor'.

Kue Keranjang Punya Nilai dan Filosofi Kehidupan di Baliknya, Bermakna 'Penambal Langit Bocor'
wikiHow
Kue keranjang atau nian gao 

Kue keranjang punya nilai dan filosofi kehidupan di baliknya, bermakna 'penambal langit bocor'.

TRIBUNJATIM.COM - Kue keranjang Imlek ternyata memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Tionghoa.

Kue keranjang yang dibuat dari tepung ketan ini memiliki tekstur kenyal, lengket, serta manis.

Namun tak hanya bermakna sebagai pemererat persaudaraan, kue keranjang juga memiliki makna lain.

Kue Keranjang
Kue Keranjang (resephariini.com)

Sajian Imlek - 3 Resep Unik Olahan Kue Keranjang untuk Hidangan Imlek 2019, Agar Tak Digoreng Melulu

Dijelaskan oleh Budayawan Tionghoa, Andrian Cangianto, bahwa kue keranjang juga memiliki makna sebagai penambal langit yang bocor.

"Ada legenda yang menyebutkan jika Dewa Api dan Dewa Air berperang sehingga menyebabkan langit bocor dan air bah. Lalu oleh Dewi Ni Wa menambal batu itu menggunakan batu lima warna. Nah kue keranjang yang semakin keras itu melambangkan batu yang digunakan Dewa Ni Wa untuk menambal langit," jelas Andrian saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (05/02/2019).

Karena air bah yang merupakan bencana itu harus dilawan dan jangan diam pasrah.

Diharapkan manusia bisa melawan segala cobaan yang terjadi dalam hidup.

5 Tradisi Orang Tionghoa Saat Merayakan Tahun Baru Imlek, Awalnya Angpao Tidak Berisi Uang

Kue keranjang sendiri perlahan-lahan akan mengeras jika dibiarkan dalam waktu lama.

Biasanya jika sudah mulai mengeras, kue ini akan digoreng menggunakan tepung atau telur.

"Kue keranjang yang sudah keras dan digoreng itu mengajarkan kita untuk jangan membuang-buang makanan," ucap Andrian.

Wah, ternyata kue keranjang penuh nilai-nilai kehidupan ya!

6 Menu Sarapan Masyarakat China yang Mirip dengan Indonesia, di Antaranya Mie Beras dan Ubi Kukus!

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Filosofi Kue Keranjang di Perayaan Imlek, Berawal dari Perang Para Dewa hingga Langit Bocor.

Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved